Menjaga Marwah Organisasi, Ketua HIPMI Papua Selatan Minta Lokasi MUNAS XVIII Bebas Intervensi Politik

Foto:Ketua BPD HIPMI Papua Selatan, Nickson Pampang

Metro Merauke – Polemik mengenai penentuan lokasi Musyawarah Nasional (MUNAS) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) terus menuai perhatian dari berbagai Badan Pengurus Daerah (BPD) di seluruh Indonesia.

Kali ini, Ketua Umum BPD HIPMI Papua Selatan, Nickson Pampang, turut menyuarakan pandangannya demi menjaga marwah dan soliditas organisasi.

Bacaan Lainnya

​Nickson Pampang menegaskan, pemilihan lokasi MUNAS XVIII bukan sekadar urusan teknis tempat acara, melainkan simbol dari independensi dan netralitas HIPMI sebagai organisasi pencetak pengusaha muda nasional.

​”HIPMI adalah rumah besar bagi para pengusaha muda yang profesional dan independen. Oleh karena itu, kami berharap penentuan lokasi MUNAS XVIII nanti benar-benar didasarkan pada kesiapan teknis dan asas keadilan, tanpa adanya tendensi politik atau intervensi dari pihak luar,” ujar Nickson Pampang saat memberikan keterangan Pers, Kamis (28/05/2026).

​Menurut Nickson Pampang, dinamika yang terjadi menjelang MUNAS adalah hal yang wajar dalam berorganisasi. Namun, ia mengingatkan agar kontestasi dan perebutan tempat pelaksanaan tidak dicoreng oleh kepentingan-kepentingan lainnya yang dapat memecah belah keharmonisan antar kader di daerah.

​Ia menambahkan, BPD HIPMI Papua Selatan sangat berharap agar Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI dapat berdiri tegak di atas semua golongan dan bersikap netral dalam mengambil keputusan strategis ini.

​Guna memastikan proses transisi kepemimpinan berjalan kondusif, Nickson merumuskan tiga poin penting yang diharapkan menjadi perhatian bersama.

“Penentuan tempat MUNAS harus bersih dari tekanan eksternal atau titipan kepentingan politik pihak tertentu. Lokasi yang dipilih harus mampu merepresentasikan netralitas organisasi, sehingga seluruh kandidat yang akan bertarung memiliki kesempatan dan perlakuan yang setara (equal playing field),” katanya.

Tak kalah penting, lanjut Nickson Pampang, MUNAS XVIII sebagai ruang gagasan untuk kemajuan pengusaha muda dan pemulihan ekonomi nasional, bukan panggung politik maupun hal lainnya.

​Menutup pernyataannya, Nickson Pampang, mengajak seluruh elemen BPD HIPMI se-Indonesia untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang.

​”Papua Selatan siap mendukung penuh kesuksesan MUNAS XVIII. Siapa pun nanti yang memimpin , namun yang terpenting prosesnya berjalan demokratis, jujur, dan beradab. Mari kita jaga netralitas ini bersama-sama demi masa depan HIPMI yang lebih matang,” pungkas Nickson Pampang (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *