Metro Merauke – Tim Ekspedisi Patriot IPB University melakukan kunjungan strategis ke Markas Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 801 Letnan Kolonel Nduka Adyatama Yuddha (NAY) di Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Selasa (25/08/2026).
Kunjungan ini menjadi awal langkah kolaborasi dalam memperkuat sumber daya manusia (SDM) unggul serta mendorong pertanian digital di Kawasan Transmigrasi (KT) Salor.
Dalam kesempatan itu didampingi langsung perwakilan Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia, Brigadir Jenderal TNI Joko Setiyo Kurniawan, S.I.P., M.Si. (Han). Turut hadir dosen pendamping IPB University sekaligus Ketua Tim Ekspedisi Patriot 2026, Ir. Supriyanto, Ph.D., dan Lilis Sucahyo, S.TP., M.Si., bersama 20 tim ekspedisi.
Ketua Tim Ekspedisi Patriot, Ir. Supriyanto, Ph.D., menjelaskan bahwa program di KT Salor berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat melalui pendekatan multi-sektor. Tim inti yang diterjunkan terdiri dari Tedi Zulia, An Husaini, Ifa Khofifah, Kuzaima Taqiyya Azqa, dan M. Zulham Azhar.
“Tim Ekspedisi Patriot yang dikirim ke KT Salor tidak hanya terdiri atas satu tim, melainkan melibatkan 20 tim. Masing-masing fokus pada bidang yang berbeda, mulai dari penguatan sumber daya manusia, perikanan budidaya, pengolahan sagu, hingga mekanisasi pertanian,” ujar Supriyanto.

Sementara itu Komandan Batalyon (Danyon) Yonif TP 801/NAY, Letkol Agung Pudhi, menyambut hangat inisiatif kolaborasi tersebut. Menurutnya, fokus penguatan SDM yang diusung akademisi IPB University selaras dengan berbagai program ketahanan pangan yang sedang dijalankan oleh jajarannya.
“Penguatan SDM unggul di KT Salor, baik pada bidang perikanan, pengolahan hasil tani, maupun mekanisasi, sangat sejalan dengan kegiatan di lingkungan batalyon. Saat ini Yonif TP 801 mengelola lahan ketahanan pangan yang mencakup peternakan sapi dan ayam, kolam budidaya ikan, hingga kawasan pertanian sayuran,” jelas Letkol Agung Pudhi.
Sinergi antara prajurit Yonif TP 801 sebagai praktisi lapangan dan tim akademisi IPB University diharapkan mampu mengoptimalkan potensi lokal di KT Salor. Pengalaman teritorial TNI di lapangan menjadi pijakan penting bagi tim peneliti untuk merancang program pembangunan yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.(Nuryani)














































