Metro Merauke — Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Kementerian Transmigrasi bersama IPB University meluncurkan program pengembangan mekanisasi dan pembuatan lahan percontohan (demplot) padi varietas IPB 9G dan IPB 15S di Kampung Harapan Makmur, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Senin (21/09/2026).
Langkah ini dilakukan untuk mengenalkan benih unggul dan teknologi pertanian modern di kawasan transmigrasi.
Kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas tim TEP IPB University yang dipimpin oleh Lilis Sucahyo, S.TP., M.Si. (Tim 1), Dr. Ir. Swastiko Priyambodo, M.Si. (Tim 4), dan Dr. Ir. Ahmad Junaedi, M.Si. (Tim 7).
Peluncuran tersebut dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan, antara lain Kepala Distrik Kurik, Kepala Kampung Harapan Makmur, Komandan Batalyon Infanteri TP 801, Kapolsek Distrik Kurik, perwakilan Polres Merauke, Satgas Wil Papua Densus 88 AT Polri, jajaran UPTD Balai Benih, BPP Distrik Kurik, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), hingga Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).
Dalam peninjauan di lapangan, tim bersama para stakeholder menguji lahan seluas 4 hektare yang disiapkan untuk demplot budidaya sekaligus perbanyakan benih.
Pengelolaan lahan direncanakan berbasis Good Agricultural Practices (GAP), pendekatan biointensif, serta Pengendalian Hama Terpadu (PHT).
Varietas IPB 9G memiliki keunggulan adaptif terhadap perubahan iklim serta fleksibel ditanam di lahan gogo maupun sawah irigasi. Sementara itu, varietas IPB 15S memiliki daya adaptasi tinggi serta kaya akan kandungan nutrisi zinc dan zat besi.
Dengan penerapan GAP dan PHT yang konsisten, kedua varietas unggul ini diproyeksikan mampu mencapai potensi produksi 8 hingga 10 ton per hektare.
Sebagai penanda dimulainya program, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman simbolis menggunakan mesin tanam seeder. Penggunaan seeder ini menjadi sarana percontohan mekanisasi agar petani setempat dapat memangkas waktu dan tenaga pada tahap penanaman.
Kepala Kampung Harapan Makmur, Drs. Sutamto, mengapresiasi perhatian Kementerian Transmigrasi dan pendampingan intensif dari TEP IPB University. Dukungan serupa disampaikan oleh Komandan Batalyon Infanteri TP 801, Letkol Inf Agung Pudhi Riyadi, yang menyoroti pentingnya konsistensi pendampingan hingga panen.
”Terima kasih banyak kepada Ekspedisi Patriot dari IPB di wilayah Kurik yang sudah berkenan untuk berbagi ilmu bersama masyarakat dan instansi terkait melalui kegiatan penanaman yang sangat luar biasa. Harapan saya, tetap konsisten dengan apa yang sudah dilaksanakan hari ini, sehingga pendampingan hingga panen dapat terlaksana. Semoga Merauke ke depannya bisa semakin sejahtera dan menjadi lumbung pertanian bagi wilayah Papua Selatan dan Indonesia,” ujar Letkol Inf Agung Pudhi Riyadi.
Koordinator BPP Distrik Kurik, Rizal, menambahkan bahwa pengenalan varietas baru bernilai produksi tinggi ini sangat krusial untuk menunjang swasembada pangan yang berkelanjutan.
Peluncuran demplot ini diharapkan menjadi pusat edukasi dan percontohan nyata bagi masyarakat dalam mengadopsi varietas unggul dan teknologi alsintan di Merauke. (Nuryani)















































