Cuaca Ekstrem, KSOP Imbau Nahkoda Kapal dan Nelayan Tunda Berlayar

Kepala KSOP Kelas IV Merauke, Capt. Julivan Charlie L. Salindeho

Metro Merauke – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Merauke secara resmi menerbitkan surat imbauan keselamatan terhitung sejak 10 September 2026. Langkah ini diambil guna mengantisipasi risiko kecelakaan laut bagi seluruh perusahaan pelayaran, nakhoda, serta pemilik kapal yang beroperasi di wilayah perairan Merauke, Kumbe, Wanam, dan sekitarnya.

​Dalam surat imbauan bernomor resmi tersebut, Kepala KSOP Kelas IV Merauke, Capt. Julivan Charlie L. Salindeho, mengimbau seluruh pihak terkait agar menunda jadwal keberangkatan kapal sampai kondisi cuaca membaik dan aman untuk pelayaran.

Bacaan Lainnya

​Berdasarkan data BMKG, potensi ketinggian gelombang maksimum dan kecepatan angin di beberapa titik perairan per tanggal 10 September 2026 adalah sebagai berikut:

​Laut Arafuru Timur: Gelombang maksimum mencapai 1,25 hingga 2,50 meter.
​Perairan Yos Sudarso: Gelombang maksimum mencapai 1,00 hingga 2,00 meter.
​Perairan Merauke & Asmat: Ketinggian gelombang berkisar 0,25 hingga 1,00 meter.
​Kecepatan Angin: Rata-rata berhembus antara 10 hingga 38 km/jam, dengan potensi terpaan angin kencang yang dapat terjadi di Perairan Yos Sudarso dan Laut Arafuru bagian Timur.
Kepala KSOP Kelas IV Merauke, Capt. Julivan Charlie L. Salindeho, kembali mengingatkan para nakhoda kapal, khususnya armada berukuran kecil, kapal tongkang, dan kapal nelayan tradisional agar tidak memaksakan diri melaut di tengah kondisi cuaca yang belum stabil.

​”Kondisi cuaca BMKG dapat berubah sewaktu-waktu. Kami minta seluruh nakhoda terus memantau perkembangan cuaca resmi dan tidak mengedepankan ego atau kebiasaan. Keselamatan jiwa diri sendiri dan Anak Buah Kapal (ABK) harus menjadi prioritas utama, sebab ada keluarga, anak, dan istri yang menanti kepulangan di rumah,” tegas Capt. Julivan.

​Sejak himbauan ini dikeluarkan, tingkat kepatuhan masyarakat nelayan serta pelaku aktivitas maritim di wilayah Merauke dan Kumbe terpantau sangat baik. Para pelaut secara kooperatif menahan diri dari aktivitas melaut demi menjaga keamanan dan keselamatan bersama. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *