Metro Merauke – Kombinasi cuaca panas ekstrem, sebaran debu, serta meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ditenggarai memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Penurunan kualitas udara akibat paparan asap dan debu jalanan membuat masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, makin rawan terserang gangguan pernapasan.
Berdasarkan data fasilitas kesehatan setempat, kenaikan jumlah pasien ISPA terlihat signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
Kepala Dinas Kesehatan Merauke, dr Nevil Muskita menyebut, kabut asap akibat karhutla di sejumlah titik wilayah Merauke yang berpadu dengan debu saat angin kencang memperburuk kondisi udara harian.
“Benar, belakangan ini kasus ISPA meningkat,” ujar Nevil Muskita kepada wartawan, Rabu (16/09/2026).
Kepala Dinas Kesehatan imbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama pada siang hingga sore hari.
Jika harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat disarankan menggunakan masker guna meminimalisir paparan partikel debu dan asap karhutla.
“Harus proteksi diri sendiri, gunakan masker dan menjaga imunitas tubuh dengan makan-minum yang sehat,” kata Nevil.
Tak hanya itu, warga juga diminta menjaga imunitas tubuh dengan memperbanyak konsumsi air putih dan segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat jika mengalami gejala batuk, sesak napas, atau demam. (Nuryani)














































