Metro Merauke – Pemerintah Kabupaten Merauke mengajak seluruh kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) untuk memperkokoh semangat gotong royong dalam pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3GI) Tahun Anggaran 2026.
Program ini ditegaskan bukan sekadar proyek pembangunan fisik, melainkan instrumen penting dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat kampung.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Merauke melalui Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Leo Patria Mogot di sela-sela kegiatan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program P3GI bersama kelompok penerima manfaat, Rabu (01/07/2026).
Dalam arahannya, Bupati menggarisbawahi bahwa P3GI merupakan program padat karya murni yang memberikan dampak ekonomi secara langsung. Selain fokus pada pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi tersier, program ini dirancang untuk membuka lapangan kerja lokal serta memperkuat posisi tawar petani.
”Melalui Program P3GI ini kita tidak hanya membangun sarana irigasi, tetapi juga memperkuat pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan petani sejak tahap perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan. Semangat gotong royong harus terus menjadi dasar pelaksanaannya,” tegasnya.
Pelibatan tenaga kerja lokal ini diharapkan mampu menggenjot penyerapan tenaga kerja di daerah, sekaligus menjadi stimulus positif bagi kesejahteraan ekonomi keluarga petani di kampung-kampung sasaran.
Sebagai panduan pelaksanaan di lapangan, Bupati Merauke menitipkan tiga pesan krusial yang wajib dipedomani oleh seluruh pengurus P3A dan petani penerima program.
Seluruh penerima manfaat diminta melaksanakan pengerjaan fisik dengan standar kualitas yang tinggi agar infrastruktur memiliki umur pakai yang panjang. “Fasilitas ini dibangun oleh rakyat dan hasilnya akan dinikmati langsung oleh masyarakat untuk mendukung produktivitas lahan pertanian,” ujarnya.
Kemudian, menekankan pentingnya pasca-konstruksi. Kelompok tani diminta tidak menelantarkan fasilitas yang ada, melainkan merawatnya secara berkala melalui aksi gotong royong agar fungsi irigasi tetap optimal.
Tak kalah penting, tenaga pendamping dan instansi teknis terkait diinstruksikan untuk memberikan pengawalan ketat dan profesional, baik dari sisi teknis arsitektur maupun tertib administrasi, agar seluruh tahapan berjalan sesuai juknis dan regulasi yang berlaku.
Melalui komitmen bersama ini, Pemerintah Kabupaten Merauke optimistis Program P3GI dapat mendongkrak pelayanan irigasi, memicu lonjakan produktivitas pertanian, serta memperkuat pilar ketahanan pangan daerah berbasis partisipasi aktif masyarakat. (Nuryani)















































