KRI Teluk Youtefa-522 Sandar di Merauke, Komandan: “Ini Kapal Milik Seluruh Rakyat Indonesia”

Komandan KRI Teluk Youtefa 522, Letkol Laut (P) Rendra Hariwibowo

Metro Merauke – Kapal perang Angkatan Laut KRI Teluk Youtefa-522 resmi bersandar di Pelabuhan Merauke selama tiga hari untuk menjalankan misi pergeseran pasukan yang bertugas di perbatasan RI-PNG.

Menariknya, ​kapal buatan dalam negeri tahun 2021 di bawah jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), selama bersandar di pelabuhan Yosudarso, Merauke usai menjalankan operasi pengangkutan personel militer sekaligus membuka akses open ship gratis bagi masyarakat.

Bacaan Lainnya

Komandan KRI Teluk Youtefa 522, Letkol Laut (P) Rendra Hariwibowo, kepada wartawan mengatakan, kapal ini adalah kapal rakyat Indonesia.

“Jadi ini kapalnya seluruh warga Indonesia, bisa berkunjung kapan saja ke KRI untuk melihat-lihat,” ujar Komandan KRI Teluk Youtefa-522 saat diwawancarai Wartawan di atas geladak kapal.

​Ia menambahkan bahwa kesempatan berkunjung dibuka lebar untuk seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelajar hingga warga umum.

​“Open ship bisa dimulai Minggu besok, baik pagi, siang, dan sore bisa datang berkunjung. Kemudian pada hari Senin, KRI akan bertolak kembali ke rute selanjutnya,” tambahnya.

Selama bersandar di Dermaga Yosudarso Merauke, KRI Youtefa 522 menerima kunjungan masyarakat (open ship)

​Selain tur keliling kapal, kata Rendra, selama bersandar di Merauke, pihak KRI juga menyiapkan aksi kepedulian sosial untuk masyarakat sekitar.

​“Besok kami akan melaksanakan bakti sosial dan bakti kesehatan. Kami mengadakan pembagian sembako, pengecekan tensi, dan layanan kesehatan lainnya. Masyarakat yang berkenan dipersilakan hadir,” ungkapnya.

​Berikut data teknis dan fasilitas KRI Teluk Youtefa-522 yang disampaikan dalam kesempatan tersebut:

​Dimensi & Kapasitas: “Untuk panjangnya 120 meter dan lebarnya 16 meter. Kapasitas angkutnya bisa lebih dari 1.500 personel,” terang Komandan.

​Fasilitas Dalam Kapal: “Fasilitas saat ini ada anjungan, long room, tempat tidur pasukan, hingga ruang kesehatan yang lengkap di dalam KRI,” paparnya.​

Operasi: “Seluruh Indonesia kita berlayar melaksanakan tugas operasi pelayaran ini, mulai dari Sabang sampai dengan Merauke,” tutupnya. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *