Metro Merauke – Kebakaran lahan kosong melanda kawasan di Jalan Imbutikai, Kelurahan Bambu Pemali, Distrik Merauke, Senin (28/09/2026) pagi. Kobaran api yang cepat membesar akibat tiupan angin kencang sempat membuat warga panik karena mengancam permukiman di Gang Cendrawasih dan sekitarnya.
Peristiwa pertama kali diketahui sekitar pukul 09.00 WIT ketika warga melihat titik api muncul di lahan kosong. Suhu udara serta tumpukan rumput yang mengering membuat api dengan cepat menjalar ke area sekitarnya.
Tak berselang lama, kondisi kian mengkhawatirkan saat api bergerak mendekati pemukiman. Warga setempat yang melihat kobaran api pun semakin membesar dari arah belakang Masjid Jawahirul Ummah.
Warga langsung menghubungi personel jaga Kodaeral XI dan Kodim 1707/Merauke untuk meminta bantuan darurat.
Armada pemadam dari Kodaeral XI dan Kodim 1707/Merauke tiba di lokasi sekitar pukul 10.26 WIT dan segera melakukan pemblokiran titik api agar tidak menyambar bangunan warga.

Tidak hanya itu, kekuatan pemadaman diperkuat oleh kedatangan dua unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Merauke, satu unit mobil pemadam BPBD Merauke, satu unit armada Lanud J.A. Dimara, serta satu unit kendaraan water cannon milik Brimob Batalyon D Pelopor.
Secara keseluruhan, sebanyak tujuh kendaraan pemadam dan personel gabungan dari berbagai instansi dikerahkan ke lokasi kejadian.
Setelah berjibaku selama lebih dari dua jam, tim gabungan akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api sekitar pukul 11.45 WIT. Petugas langsung melanjutkan dengan proses pendinginan (cooling down) serta pembasahan area secara menyeluruh guna mencegah munculnya titik api baru.
Kebakaran ini diduga berawal dari aktivitas pembakaran rumput oleh oknum yang belum diketahui identitasnya, meski pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pastinya.
Dipastikan tidak ada korban jiwa maupun kerugian material dalam peristiwa tersebut. Area yang terbakar diketahui merupakan area tanah milik warga dan pengembang yang rencananya akan dialokasikan untuk pembangunan kawasan perumahan. (Nuryani)















































