TNI Pastikan Situasi di Asmat Kondusif Pasca Aksi KKB

Danrem 174/ATW, Brigjen TNI, Andy Setyawan

Metro Merauke – Danrem 174/Anim Ti Waninggap, Brigjen TNI, Andy Setyawan, memastikan bahwa situasi di Kabupaten Asmat, Papua Selatan, saat ini dalam kondisi aman dan kondusif. Hal ini disampaikan setelah terjadinya aksi kekerasan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Kolf Braza hingga menewaskan seorang warga.

Saat ini, masyarakat di sekitar Kampung Ulakin, Distrik Kolf Braza, masih merasa khawatir dan beberapa di antaranya telah mengungsi ke Suator untuk mencari perlindungan. Namun, TNI telah memastikan keamanan di daerah tersebut dan mengerahkan pos-pos untuk memperkuat keamanan dan melakukan patroli guna meminimalisir ruang gerak KKB.

Bacaan Lainnya

Pada kesempatan itu Danrem Andy Setyawan juga mengajak masyarakat untuk menggalakkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) guna mendeteksi dini keberadaan orang-orang baru yang bukan warga setempat. Dengan demikian, diharapkan situasi di Asmat dapat tetap kondusif dan aman.

“Kita harapkan kejadian ini tidak terjadi kembali,” ucapnya Danrem Andy Setyawan kepada wartawan, Rabu (24/09/2025)

Dikatakan, TNI telah menyiapkan personel dan peralatan yang memadai untuk menghadapi situasi di lapangan. Namun, untuk saat ini, kata Danrem, tidak ada penambahan personel yang signifikan ke Asmat.

“Kita lakukan penguatan pos-pos yang sudah ada serta peningkatan patroli untuk meminimalisir dan memperkecil ruang gerak mereka,” katanya.

Dengan upaya yang dilakukan oleh TNI, diharapkan situasi di Asmat dapat tetap kondusif dan aman. Masyarakat juga diharapkan dapat berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan dan melaporkan setiap kejadian yang mencurigakan kepada aparat keamanan.

Seperti diberikan sebelumnya, peristiwa berdarah yang terjadi di Asmat pada Minggu pagi sekitar pukul 06.30 WIT. Saat itu ada enam anggota TPNPB OPM menggunakan perahu katinting memasuki Kampung Ulakin, Distrik Kolf Braza.

Setibanya di lokasi, kelompok TPNPB OPM masuk ke dalam rumah milik Khairul Sarikam (50 tahun), seorang pensiunan guru SD. Saat itu, korban Indra Guruwardana, putra pemilik rumah, berusaha melarikan diri. Namun, sebelum berhasil keluar, korban ditembak dua kali di bagian punggung hingga meninggal dunia di tempat.

Setelah itu, kelompok bersenjata tersebut menyeret jasad korban ke halaman rumah dan membakar rumah beserta isinya hingga rata dengan tanah. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *