Waspada Cuaca Ekstrem, Sat Polairud Polres Merauke Imbau Warga Pesisir Antisipasi Banjir Rob

Nampak kapal nelayanan yang di tambatkan di bibir sungai rusak dan tenggelam akibat dihantam hujan disertai angin kencang

Metro Merauke – Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polres Merauke bergerak cepat merespons fenomena cuaca ekstrem yang melanda wilayah selatan Papua. Masyarakat yang bermukim di sepanjang pesisir pantai serta bantaran Sungai Maro diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi banjir rob yang dipicu adanya curah hujan tinggi dan angin kencang, Sabtu (10/01/2026).

Diketahui, kondisi alam dalam beberapa hari terakhir menunjukkan peningkatan risiko yang cukup signifikan bagi warga di wilayah perairan. Naiknya permukaan air laut yang beradu dengan debit sungai yang meluap dikhawatirkan dapat merusak fasilitas umum hingga pemukiman warga yang berada di titik rawan.

Bacaan Lainnya

Kapolres Merauke melalui Kasat Polairud, AKP M. Chandra, menjelaskan langkah edukasi dan imbauan ini merupakan bentuk perlindungan dini kepada masyarakat.

Menurutnya, karakteristik wilayah pesisir Merauke sangat rentan terhadap perubahan cuaca mendadak yang dapat membahayakan keselamatan jiwa.

“Kami memantau adanya peningkatan tinggi gelombang dan debit air di Sungai Maro. Oleh karena itu, kami meminta warga tidak meremehkan situasi ini, terutama saat terjadi perpaduan hujan lebat dan pasang air laut yang maksimal,” ujar Chandra.

Dalam kegiatan patroli dan sambang warga tersebut, personel Sat Polairud memberikan poin-poin instruksi khusus.

Warga diminta untuk memastikan perahu dan peralatan tangkap telah terikat atau tersimpan dengan aman di tempat yang tidak terjangkau luapan air agar terhindar dari kerusakan atau hanyut.

Selain itu, para nelayan diingatkan untuk sementara waktu menahan diri dari aktivitas melaut hingga kondisi cuaca dinyatakan lebih stabil oleh otoritas terkait. Hal ini sangat penting guna menghindari kecelakaan di perairan yang sering kali terjadi akibat hantaman ombak besar dan angin kencang.

“Keselamatan adalah prioritas utama. Kami harap para nelayan tetap memantau informasi cuaca dari BMKG dan segera melaporkan jika melihat adanya tanda-tanda darurat atau kecelakaan di wilayah perairan kepada kami atau aparat terdekat,” tegas AKP M. Chandra.

Pihak kepolisian juga berkomitmen untuk menyiagakan personel guna melakukan patroli rutin di sepanjang garis pantai dan aliran sungai. Pemantauan intensif ini bertujuan untuk mendeteksi dini dampak banjir rob sehingga langkah evakuasi atau bantuan dapat dilakukan dengan cepat jika dibutuhkan.

Melalui upaya preventif ini, diharapkan kesadaran masyarakat pesisir di Merauke semakin meningkat dalam menghadapi tantangan alam.

Kolaborasi antara kepolisian dan warga menjadi kunci utama dalam meminimalisir kerugian materiil maupun menghindari jatuhnya korban jiwa akibat dampak buruk cuaca ekstrem di awal tahun 2026 ini. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *