Metro Merauke – Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku terus melakukan pengecekan penyebab terjadinya api di SPBU Mini di Merauke, Sabtu (17/01/2026). Dugaan sementara, percikan api terjadi pada saat mobil melakukan pengisian Pertalite disalah satu pompa atau dispenser SPBU Mini 85.996.03.
“Berdasarkan investigasi awal, percikan api diduga berasal dari kendaraan yang sedang mengisi Pertalite. Saat terjadi, petugas SPBU langsung melakukan upaya pemadaman dengan APAR dan APAB, lalu kemudian pemadaman dibantu Pemadam Kebakaran Merauke dan Water Cannon dari Satuan Brimob,” jelas Pjs. Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Papua Maluku, Bramantyo Rahmadi.
Adapun saat api telah padam, sambungnya, ditemukan di dalam kendaraan yang diduga sumber percikan api beberapa jerigen yang telah meleleh.
Temuan ini selanjutnya akan diperiksa lebih lanjut, baik dari Pertamina Patra Niaga maupun pihak berwajib yang terkait. Dalam proses investigasi ini, operasional SPBU Mini 85.996.03 sementara dihentikan sampai sarana dan fasilitas yang terdampak dinyatakan aman dan layak beroperasi kembali.
“Demi keamanan dan proses investigasi, operasional SPBU Mini dihentikan sementara. Masyarakat tidak perlu khawatir, terdapat 2 (dua) alternatif SPBU terdekat dari SPBU mini tersebut, yakni SPBU Reguler 84.996.01 dengan jarak 2 km dan SPBU Reguler 84.99602 dengan jarak 3,5 km, untuk stok di kedua SPBU Senin (19/1) ini kondisi baik, dan kami terus monitor agar mencukupi kebutuhan masyarakat,” tukas Bramantyo.
Diketahui, SPBU di Jalan Noari Merauke pada Sabtu sore terbakar. Menurut keterangan saksi di lapangan, kejadian bermula saat mobil minibus sedang mengisi bahan bakar dan terjadi ledakan.
Beruntung api segera dapat dipadamkan setelah sejumlah mobil pemadam kebakaran dari Kodaeral XI, Pemda Merauke dan Water cannon Brimob dikerahkan melakukan upaya pemadaman. (Nuryani)
















































