Metro Merauke – Gelombang dukungan terhadap percepatan pembangunan di Papua Selatan terus mengalir dari masyarakat akar rumput. Massa yang tergabung dalam Solidaritas Masyarakat Merauke untuk pembangunan bersama berbagai elemen warga menggelar aksi seruan damai di kawasan Lingkaran Brawijaya (Libra), Kota Merauke, Sabtu (15/08/2026).
Aksi ini menjadi panggung terbuka bagi warga untuk menyuarakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) sekaligus menyatakan sikap tegas menolak gerakan separatis di wilayah Papua Selatan.
Dalam aksi yang berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan tersebut, juru bicara Jeffry Papare menyuarakan pentingnya keberlanjutan pembangunan infrastruktur dan ekonomi di daerah mereka. Kehadiran program pemerintah melalui PSN dinilai sebagai langkah konkrit untuk membuka aksesibilitas wilayah, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
“Kita pastikan masyarakat dek di atas sana pada prinsipnya mendukung penuh program pemerintah yang penting pemerintah bisa bersepaham dengan masyarakat dan adat,” ucap Jefry Papare.
Ia mencontohkan, dalam proses pembangunan jalan dari Selow sampai Muting dan terjadi gangguan atau kendala, menurut Jefry, hal-hal semacam itu pemerintah diminta segera merespons untuk diselesaikan dan tidak dibiarkan berlarut-larut.

Masyarakat menilai Proyek Strategis Nasional sebagai instrumen penting untuk memajukan sektor pertanian, ekonomi lokal, dan keterhubungan antardesa di Merauke.
Ia menegaskan, aksi kekerasan maupun isu-isu separatisme hanya merugikan masyarakat kecil dan menghambat pembangunan.
Pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat Merauke untuk merawat kebhinekaan dan menjaga stabilitas keamanan demi kelancaran pembangunan untuk kemajuan daerah.
Melalui aksi solidaritas ini, masyarakat Distrik Muting mengirimkan pesan kuat bahwa kemajuan daerah hanya dapat dicapai melalui kolaborasi positif antara pemerintah, masyarakat adat, dan seluruh warga. Merauke diharapkan terus mempertahankan predikatnya sebagai kawasan yang aman, kondusif, dan terbuka bagi setiap upaya percepatan kesejahteraan di Provinsi Papua Selatan.
Dalam aksi ini warga juga secara terbuka membubuhkan tanda tangan di kain putih sebagai bentuk dukungan program pembangunan di daerah. (Nuryani)












































