Tingkatkan Kepercayaan Diri dan Marwah Organisasi, DWP Dinas Pendidikan Merauke Gelar Pelatihan Publik Speaking dan MC

Metro Merauke – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke menggelar Pelatihan Public Speaking dan Master of Ceremony (MC), Kamis (10/09/2026). Kegiatan ini dirancang untuk membekali para anggota agar tampil lebih percaya diri dan profesional saat berbicara di depan umum.

​Kegiatan yang berlangsung sehari itu dibuka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Merauke, Romanus Kahool.

Bacaan Lainnya

Pelatihan public speaking mendapat apresiasi tersendiri oleh Kadis Pendidikan. Menurut Romanus Kahool, memiliki kemampuan komunikasi yang baik sangat penting saat para anggota dipercaya memandu atau mengisi agenda resmi.

Ketua Panitia, Tri Murni Eko menjelaskan, program ini disusun untuk menunjang peran ganda para anggota, baik di lingkungan instansi maupun kehidupan bermasyarakat.

​“Latar belakang kegiatan ini adalah melihat bahwa sebagai anggota Dharma Wanita, kita mendampingi suami dan juga berkiprah, baik di kantor maupun di masyarakat. Diharapkan kita bisa menjaga marwah atau nama baik organisasi,” ujar Tri Murni Eko kepada Metro Merauke.

​“Ketika berbicara di depan forum atau ditunjuk sebagai MC—baik di acara kedinasan, pertemuan Dharma Wanita, maupun di masyarakat, peserta diharapkan bisa tampil percaya diri, berbicara santun, dan jelas, sehingga pesan dapat tersampaikan dengan baik,” jelasnya.

​Pelatihan yang berlangsung dari pukul 08.30 hingga 15.00 WIT ini menargetkan 100 peserta dari berbagai unsur organisasi dan tenaga pendidik. Seluruh pembiayaan bersumber dari kas DWP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke.

​“Untuk narasumber, kami mengundang pelatih yang sudah bersertifikat nasional, Salomina Gobay.”

​Terkait kelulusan, pihak penyelenggara menegaskan aturan ketat dalam pembagian sertifikat. Sertifikat pelatihan tidak dibagikan secara cuma-cuma kepada seluruh peserta yang hadir.

Peserta harus tampil aktif dan menunjukkan kompetensi lebih selama pelatihan. Hanya yang benar-benar layak yang akan diberikan sertifikat.

​“Tindak lanjutnya, anggota yang sudah memiliki sertifikat ini diharapkan bisa melatih dan menyebarkan ilmunya, baik di sekolah tempat bertugas maupun di organisasi,” pungkasnya.(Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *