Metro Merauke – PT Bio Inti Agrindo (BIA) menyelenggarakan kegiatan Konsultasi Publik BIAN Project Tahun 2026 sebagai langkah nyata dalam memperkuat komitmen pelestarian lingkungan serta pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Merauke.
Forum ini menjadi ruang dialog terbuka yang dihadiri oleh jajaran manajemen PT BIA, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), Pemerintah Kabupaten Merauke, serta para kepala distrik, kepala kampung, dan pemangku hak ulayat, Rabu (07/10/2026).
Dalam sambutannya, Presiden Direktur PT Bio Inti Agrindo, Kong Byoung Sun, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan berkelanjutan dari lembaga mitra dan masyarakat setempat sejak tahun 2021.
Dikatakan, di tengah tantangan cuaca ekstrem dan kekeringan berkepanjangan, perusahaan menegaskan komitmennya untuk memperkuat perlindungan kawasan suaka margasatwa Kali Bian.
Upaya tersebut dijalankan melalui optimalisasi kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA), pencegahan kebakaran hutan, pemantauan keanekaragaman hayati, serta keberlanjutan program pengembangan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan di delapan kampung binaan.
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua, Johny Santoso, menekankan pentingnya menjaga fungsi ekologis Hutan Konservasi Danau Bian di Distrik Muting dan Elikobel.
Mengingat kondisi El Nino yang memicu ancaman kebakaran hutan dan krisis air, BBKSDA mengedepankan prinsip kolaborasi antara pemerintah, PT BIA, dan masyarakat adat sebagai pemilik wilayah.
BBKSDA berharap konsultasi publik ini melahirkan komitmen bersama untuk menjaga kelestarian hayati sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan konservasi.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Merauke, Fauzun Nihayah, memberikan apresiasi atas inisiatif PT BIA yang tidak hanya menjadikan kegiatan ini sebagai seremonial, tetapi sebagai bentuk kemitraan yang berkelanjutan.
Pemerintah Daerah Merauke menegaskan bahwa pembangunan daerah harus seimbang antara infrastruktur dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).
Merauke mendorong pendampingan ekonomi kerakyatan, seperti pemberdayaan petani karet dan UMKM lokal, dengan tetap menjunjung tinggi transparansi, keadilan, serta kearifan lokal masyarakat adat Papua.
Melalui konsultasi publik BIAN Project ini, seluruh pihak bersepakat untuk memperkuat sinergi dalam menjaga kelestarian alam dan mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat di Kabupaten Merauke. (Nuryani)














































