Metro Merauke– Pemerintah Kabupaten Merauke merespons cepat penanganan kasus diare dan muntaber yang menyerang puluhan warga di Distrik Kimaam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Sebagian besar korban yang terdampak merupakan anak-anak usia balita.
Wakil Bupati Merauke, Fauzun Nihayah, menyatakan bahwa pihak pemerintah daerah telah menginstruksikan Dinas Kesehatan setempat untuk segera mendatangi lokasi, mengidentifikasi penyebab pasti wabah, serta memastikan ketersediaan stok obat-obatan di fasilitas kesehatan terdekat.
Laporan terkait lonjakan kasus ini diterima pemda dari Kepala Distrik Kimaam pada Selasa malam. Dinas Kesehatan langsung diminta berkoordinasi dengan puskesmas setempat guna memastikan kondisi warga serta menerapkan langkah penanganan dan pencegahan.
Dugaan sementara mengarah pada masalah sanitasi dan keterbatasan akses air bersih di wilayah tersebut. Meski demikian, pemda masih menunggu hasil pemeriksaan mendalam dari tim medis Dinas Kesehatan yang berada di lapangan.
Dikatakan Fauzun Nihayah, persoalan ketersediaan air bersih diakui menjadi perhatian mendesak yang perlu ditangani bersama. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk senantiasa menerapkan pola hidup bersih dan mengonsumsi air yang terjamin kelayakannya.
Berdasarkan laporan Bhabinkamtibmas Kampung Kimaam, Aiptu Bawa Santosa, Rabu (07/10/2026), tercatat lebih dari 20 pasien tengah menjalani perawatan intensif di Puskesmas Pratama dan Rumah Sakit Kimaam. Majoritas pasien yang dirawat adalah anak balita.
Petunjuk penanganan di lapangan mengimbau para orang tua agar sigap membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami buang air besar secara terus-menerus.
Warga diminta tidak melakukan penanganan mandiri atau memberikan obat-obatan tradisional tanpa petunjuk dokter demi mengantisipasi risiko yang lebih berat. (Nuryani)














































