Metro Merauke – Kemajuan ekonomi sebuah wilayah tidak hanya bergantung pada besarnya investasi atau kekayaan alam yang dimiliki. Hal itu ditegaskan Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, dalam pembekalan Ekspedisi Patriot 27 Juli lalu.
Menurutnya, faktor yang paling menentukan lahirnya kawasan-kawasan ekonomi baru adalah SDM unggul yang bekerja dengan disiplin dan berorientasi pada penyelesaian misi.
Pesan tersebut diwujudkan Tim 20 Ekspedisi Patriot IPB University melalui pendampingan penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Distrik Semangga, Kabupaten Merauke.
Sasarannya adalah puluhan anggota Kelompok UMKM Sinai dari Kampung Urumb, Matara, dan Waninggap Nanggo, yang mayoritas merupakan Orang Asli Papua (OAP).
Komposisi anggota tersebut menjadikan pendampingan ini memiliki makna tersendiri. Tim 20 tidak hanya berupaya mengembangkan usaha, tetapi juga mendorong OAP tampil sebagai pelaku utama ekonomi di tanahnya sendiri.
Pendampingan diarahkan pada penguatan sociopreneurship, yaitu kemampuan warga untuk berwirausaha, mengambil keputusan usaha, dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Salah satu bentuk pendampingan yang telah berjalan adalah membantu penyediaan label stiker untuk produk para anggota pada Festival Kalimaro, 1–5 Oktober 2026.
Festival tahunan yang merayakan sejarah, budaya, dan tradisi suku Marind ini menarik pengunjung dari berbagai daerah. Label stiker memberi identitas dan nilai jual pada produk, sekaligus menjadi pelajaran bagi pelaku usaha tentang pentingnya membangun identitas usaha.
Tampil di tengah keramaian festival juga menjadi pengalaman berharga yang menumbuhkan kepercayaan diri para pelaku usaha untuk memperkenalkan produknya kepada khalayak yang lebih luas.
Selain itu, Tim 20 juga mendorong penguatan kelembagaan Kelompok UMKM Sinai. Kelompok yang solid memudahkan anggota berbagi pengetahuan, saling menguatkan, dan memperluas akses pasar. Melalui kelompok, para pelaku usaha belajar bekerja sama dan mengatasi kendala usaha secara bersama-sama, sehingga tidak ada anggota yang berjalan sendiri.
Ke depan, Tim 20 berencana menggelar pelatihan pemasaran produk serta pengenalan cara kerja ekosistem bisnis, mulai dari hubungan antara pelaku usaha dan pemasok hingga perluasan jejaring pasar.
Pelatihan ini diharapkan membuat pelaku UMKM semakin mandiri dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya. Dengan pemahaman pemasaran yang lebih baik, para pelaku usaha dapat menentukan cara terbaik untuk menjangkau pembeli, menjaga pelanggan, dan memperluas pasar secara bertahap.
Tim menargetkan UMKM Sinai dapat naik kelas, baik dari sisi ekonomi maupun kapasitas SDM para pengelolanya. Dengan SDM yang semakin kuat, pelaku usaha OAP di Semangga diharapkan menjadi roda penggerak ekonomi kampung, sekaligus membuktikan bahwa kemajuan ekonomi dapat tumbuh dari usaha kecil yang dikelola dengan sungguh-sungguh oleh masyarakatnya sendiri. (Nuryani)














































