BMKG Gelar SLI, Berikan Edukasi Iklim bagi Petani dan Generasi Muda

Penyematan tanda peserta Sekolah Lapang Iklim 2025

Metro Merauke – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang isu perubahan iklim dan cuaca ekstrem. Melalui program Sekolah Lapang Iklim (SLI), BMKG hadir memberikan edukasi dan literasi kepada peserta dari berbagai kalangan, termasuk petani, pelajar, dan mahasiswa yang berlangsung di Merauke, Selasa (18/11/2025).

Kepala Balai Besar BMKG Wilayah V Papua, Yustus Rumakiek ketika membuka Sekolah Lapang Iklim yang berlangsung di Balai Kampung Yasa Mulya, Distrik Tanah Miring, mengatakan, Program SLI ini dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan bercocok tanam yang lebih baik, serta pengetahuan tentang teknologi perubahan iklim dan cuaca ekstrem.

Bacaan Lainnya

“Dengan demikian, peserta dapat membuat perencanaan yang lebih baik dalam menentukan waktu menanam hingga panen, sehingga dapat meningkatkan kualitas produksi pertanian,” jelasnya.

BMKG berharap dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui program SLI, peserta dapat menjadi agen perubahan di komunitasnya masing-masing.

Mereka dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dan membagikannya kepada orang lain, sehingga dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang isu perubahan iklim dan cuaca ekstrem.

“Peserta dapat belajar langsung tentang kondisi iklim dan cuaca ekstrem, serta bagaimana mengantisipasi dan mengadaptasinya. Dengan demikian, peserta dapat memperoleh pengalaman yang lebih nyata dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” imbuh Yustus.

Sementara itu dari Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian Papua (BRMP), Frans Palobo menjelaskan, program SLI ini sangat penting. Sebab, katanya, dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, petani dapat membuat perencanaan yang lebih baik dan mengantisipasi perubahan iklim.

Hal tersebut menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas produksi pertanian dan mengurangi dampak perubahan iklim.

Selain petani, program SLI juga terbuka untuk pelajar dan mahasiswa. Mereka dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan tentang isu perubahan iklim dan cuaca ekstrem, serta bagaimana mengantisipasi dan mengadaptasinya. “Dengan demikian, mereka dapat menjadi generasi yang lebih sadar dan peduli terhadap isu lingkungan,” katanya.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas IV Papua Selatan, Marsildus Eustakius Keytimu menambahkan, BMKG berkomitmen untuk terus meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang isu perubahan iklim dan cuaca ekstrem.

Melalui program SLI, BMKG berharap dapat menjadi salah satu lembaga yang berperan aktif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mengurangi dampak perubahan iklim.

Dengan demikian, program SLI dapat menjadi contoh baik bagi lembaga lain untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang isu perubahan iklim dan cuaca ekstrem. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *