Metro Merauke – Di tengah keterbatasan akses dan jarak tempuh yang jauh ke kantor pelayanan BPJS Kesehatan, layanan BPJS Keliling menjadi solusi yang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di wilayah pedalaman dan terpencil.
Salah satunya adalah Sri Susanti (32), warga Kampung Gurinda Jaya, Distrik Jagebob, Kabupaten Merauke, kini tak lagi harus menempuh perjalanan berjam-jam hanya untuk mengurus keperluan administrasi kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Sri Susanti, seorang ibu rumah tangga yang juga aktif membantu usaha kecil keluarganya, mengaku sangat terbantu dengan hadirnya layanan BPJS Keliling yang mengunjungi desanya.
Dirinya menuturkan, sebelumnya, Sri harus menempuh jarak yang jauh dan menggunakan kendaraan umum atau motor untuk menuju ke Kantor Cabang BPJS Kesehatan yang terletak di pusat kota, dengan jarak lebih dari 70 kilo meter. Selain melelahkan, biaya transportasi juga menjadi beban tersendiri.
“Biasanya saya harus bangun pagi-pagi, naik kendaraan ke kota, kadang sampai sore baru pulang. Itu pun belum tentu langsung dilayani kalau antriannya banyak. Tapi waktu BPJS Keliling datang ke kampung, saya langsung bisa dibantu. Urusannya cepat dan tidak ribet,” ujar Sri dengan wajah lega, Senin (05/05/2025).
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Merauke, Erika Verayanti Lumban Gaol menjelaskan, bahwa layanan BPJS Keliling ini merupakan bagian dari strategi jemput bola yang diterapkan BPJS Kesehatan untuk memperluas akses layanan bagi peserta JKN, terutama di daerah-daerah yang jauh dari kantor layanan reguler.
Mobil pelayanan keliling ini dilengkapi dengan petugas yang siap membantu berbagai keperluan, seperti pendaftaran peserta baru, perubahan data, hingga konsultasi terkait manfaat dan prosedur pelayanan JKN.
“Kami memang ingin memastikan bahwa tidak ada peserta yang kesulitan mengakses layanan hanya karena lokasi tinggalnya jauh. Dengan BPJS Keliling, kami hadir langsung di tengah masyarakat,” jelas Erika.
Ia menambahkan, program BPJS Keliling juga menjadi wadah edukasi dan sosialisasi, di mana masyarakat bisa langsung bertanya dan memahami hak serta kewajiban mereka sebagai peserta JKN.
Banyak peserta, seperti Sri Susanti, yang akhirnya menyadari bahwa layanan JKN tidak hanya berguna saat sakit, tetapi juga penting untuk pencegahan dan perlindungan jangka panjang.
Selain membantu peserta individu, layanan BPJS Keliling juga menyasar badan usaha dan kelompok masyarakat tertentu, seperti pelaku UMKM, pekerja informal, dan masyarakat adat.
Dikatakan, dalam setiap kunjungannya, petugas membawa perangkat digital untuk memproses data secara langsung, sehingga pelayanan bisa dilakukan secara cepat dan akurat.
Sri juga mengaku bahwa kehadiran layanan ini membuatnya lebih yakin untuk terus menjaga status aktif kepesertaan JKN keluarganya.
“Dulu saya sempat telat bayar iuran karena tidak tahu harus bagaimana, sekarang saya tahu bisa bayar lewat agen di kampung. Dan kalau ada masalah, tunggu saja BPJS Keliling datang, semua bisa diselesaikan,” katanya.
Masyarakat menyambut positif layanan ini. Banyak warga yang datang untuk sekadar menanyakan informasi atau mencetak ulang kartu yang rusak. Bahkan ada lansia yang dibantu petugas untuk memperbarui data dan mengurus iuran yang tertunggak.
Dirinya berharap layanan semacam ini bisa terus dilakukan secara rutin, tidak hanya sesekali. Ia juga berharap BPJS Kesehatan dapat terus memperluas jangkauan ke distrik dan kampung lain di Merauke yang mungkin lebih sulit dijangkau.
“Kalau bisa, tiap beberapa bulan datang lagi. Kami di kampung juga ingin merasakan layanan seperti orang-orang di kota,” tuturnya penuh harap. (Nuryani)
















































