Domino Naik Kelas, Papua Selatan Gelar Kejurprov Perdana Cari Atlet Berprestasi

Ketua Pengprov Orado Papua Selatan, Nickson Pampang

Metro Merauke – Image domino sebagai permainan “kelas bawah” atau sekadar pengisi waktu di warung kopi (warkop) kini resmi ditepis. Pengurus Provinsi (Pengprov) Olahraga Domino Indonesia (Orado) Papua Selatan yang di nahkodai Nickson Pampang, perdana menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Domino selama dua hari, 18-19 April 2026.

Iven ini diklaim sebagai langkah awal menjaring atlet berprestasi, Orado Papua Selatan siap berkibar di kancah nasional.
​Ajang yang diikuti atlet domino tingkat junior dan senior dari Kabupaten Merauke, Asmat, Mappi, dan Boven Digoel, menjadi momentum bersejarah bagi perkembangan olahraga ‘asah otak’ di wilayah timur Indonesia, Papua Selatan.

Bacaan Lainnya

“Domino ini sudah naik kelas dan menjadi olahraga yang menitikberatkan pada pembentukan karakter, strategi, dan konsentrasi tinggi para pemainnya hingga melahirkan prestasi,” ucap Nickson Pampang kepada wartawan di sela-sela kegiatan, Sabtu (18/04/2026).

Nickson Pampang mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran tahapan rekrutmen yang dimulai dari tingkat Pengurus cabang hingga terlaksananya Kejurprov pertama ini. Menurutnya, agenda ini merupakan mandat langsung dari badan pengurus pusat yang wajib dilaksanakan di setiap provinsi.

​“Kami mengagendakan tahun ini akan ada tiga agenda Kejurprov. Setelah tahap ini selesai, fokus kami adalah mempersiapkan atlet-atlet terbaik untuk bertarung di Kejuaraan Nasional (Kejurnas),” jelasnya.

Pertandingan domino diawali tim Merauke Vs Boven Digoel

​Salah satu misi besar yang diusung dalam Kejurprov kali ini, kata Nickson Pampang, adalah mengubah stigma negatif masyarakat.

Ia menegaskan bahwa domino di bawah naungan Orado bukanlah ajang judi, melainkan cabang olahraga yang memiliki nilai industri, kesehatan mental, dan sportivitas.

“Kami sampaikan ke masyarakat bahwa domino ini bukan lagi olahraga kelas bawah. Ini adalah olahraga industri dan sport yang mampu membentuk peningkatan karakter. Di sini, pemain dilatih bagaimana pengembangan diri, konsentrasi, strategi, hingga ketahanan mental,” tegasnya.

Nickson menyebut, di Kejurprov kali ini, setiap kabupaten mengutus sebanyak 6 atlet, terdiri dari kategori senior dan junior. “Karena domino olahraga berpasangan, strategi dan kerja sama tim menjadi kunci utama dalam memenagkan pertandingan,” katanya.

​Dengan aturan permainan yang baku dan standar kompetisi yang profesional, Orado Papua Selatan optimis dapat melahirkan atlet berbakat yang mampu mengibarkan bendera provinsi di level nasional. Kejuaraan ini diharapkan menjadi bukti nyata bahwa domino adalah cabang olahraga prestasi yang layak dibanggakan oleh masyarakat Papua Selatan. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *