Metro Merauke – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Papua Selatan menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat akar rumput partai.
Hal ini dibuktikan melalui penerapan seleksi kepemimpinan yang ketat, transparan, dan berjenjang untuk posisi Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) di Kabupaten Merauke dan Kabupaten Mappi.
Ketua DPW PKB Papua Selatan, Kristosimus Yohanes Agawemu melalui Sekretaris Wilayah, Indrajaya, menegaskan bahwa proses ini merupakan bagian dari transformasi partai untuk memastikan nakhoda di tingkat cabang memiliki integritas dan kapasitas yang mumpuni.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap pemimpin yang lahir dari proses ini adalah figur yang tidak hanya memiliki popularitas, tetapi juga loyalitas dan visi yang sejalan dengan garis perjuangan PKB,” ujar Indrajaya, Sabtu (18/04/2026).
Proses seleksi ini dikawal langsung oleh Tim Koordinator Penataan Struktural DPC dari DPW PKB Papua Selatan. Ketua Tim Koordinator, Evi Ernawati Kristina, menjelaskan tahapan penjaringan dilakukan secara sistematis, dimulai dari pemetaan figur potensial hingga pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) sebagai wadah aspirasi konstituen.
“Kami menerapkan standar yang tinggi. Setelah Muscab, para calon wajib melewati Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama mencakup verifikasi administratif dan rekam jejak, sementara tahap kedua mendalami strategi kepemimpinan serta taktik pemenangan partai di daerah,” jelasnya.
Menurutnya, transparansi dalam setiap tahapan ini sangat penting untuk membangun kepercayaan kader dan masyarakat. Dengan proses yang akuntabel, DPW PKB Papua Selatan optimis struktur baru di Merauke dan Mappi nantinya akan lebih solid dan mampu merespons kebutuhan masyarakat secara nyata.
“Tugas kami adalah memastikan transisi kepemimpinan berjalan demokratis. Dengan struktur yang kuat dan tertata, PKB akan semakin siap berkontribusi dalam pembangunan daerah dan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat di Papua Selatan,” tutup Evi Ernawati Kristina. (Nuryani)
















































