Metro Merauke – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Papua Selatan, mulai memanaskan mesin partai lebih awal. Dinahkodai Kristosimus Yohanes Agawemu, PKB Papua Selatan bertekad melakukan pembenahan struktur total demi targetnya menjadi pemenang dalam Pemilu 2029.
Ketua DPW PKB Papua Selatan, Kristosimus Agawemu menyebut, pihaknya perlu melakukan langkah strategis konsolidasi struktur hingga tingkat ranting di empat kabupaten cakupan Papua Selatan.
Menurutnya, upaya ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab partai dalam memenuhi persyaratan administrasi pada Sistem Informasi Pencalonan (Silon). PKB memastikan seluruh verifikasi teknis dapat dituntaskan dengan baik sebelum tahapan pemilu dimulai.
“Kami mengonsolidasikan semua hal yang dipandang perlu. Persiapan teknis ini krusial agar saat verifikasi nanti, semua syarat administrasi dapat tuntas,” ujar Agawemu kepada wartawan usai pelaksaan Pra Musyawarah Kerja Wilayah (Pramuskerwil) PKB Papua Selatan, Jum’at (27/02/2026).

Dikatakan, dalam Pramuskerwil tersebut, berbagai agenda kegiatan dibahas untuk dimatangkan bersama.
Kristosimus Agawemu menegaskan, PKB Papua Selatan memberikan perhatian khusus pada daerah-daerah yang kursinya masih kosong. Untuk itu, seluruh kader dari tingkat provinsi hingga kampung, diinstruksikan untuk menjaga solidaritas demi mencapai target perolehan kursi pimpinan di legislatif.
“Kami berharap seluruh kader solid. Target kita di 2029 jelas, mengisi kursi-kursi yang kosong, berada di unsur pimpinan, dan memastikan PKB keluar sebagai pemenang Pemilu di Papua Selatan,” tegas Kristosimus Agawemu.
Sementara itu, Sekretaris DPW PKB Papua Selatan, Indra Jaya mengatakan, meskipun jajaran Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DPW PKB Papsel telah resmi dilantik di tingkat pusat (DPP), pengukuhan pengurus di wilayah Papua Selatan dijadwalkan akan berlangsung akhir Maret. “Rencananya 31 Maret mendatang, setelah hari raya Idul Fitri, akan hadir pengurus DPP untuk mengukuhkan,” kata Indra Jaya.
Dalam kegiatan tersebut, sambungnya, bakal dirangkaikan dengan orientasi politik, pembekalan ideologi dan strategi bagi kader, kaderisasi pengurus hingga Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) pengambilan keputusan strategis wilayah. (Nuryani)
















































