Metro Merauke – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Merauke resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-VIII, Sabtu (14/02/2026). Agenda utama pertemuan besar ini adalah memilih nakhoda baru yang diharapkan mampu membawa soliditas partai demi menyukseskan pembangunan di Merauke.
Ketua Panitia, Arman Yusuf, menyatakan seluruh rangkaian Musda telah dipersiapkan dengan matang. Ia menekankan, pemilihan kepemimpinan daerah yang baru ini merupakan langkah krusial.
“Kader Golkar yang solid adalah kunci sukses bagi kita untuk berkontribusi membangun Merauke,” ujarnya.
Senada dengan itu, Plt Ketua Golkar Merauke, Prayogo, mengingatkan bahwa siapa pun yang terpilih nantinya adalah kader terbaik yang memiliki tanggung jawab besar untuk membesarkan partai.
Ia juga menitipkan pesan penting bagi calon pemimpin agar memiliki basis data yang akurat dalam mengelola partai ke depan, sembari mengajak seluruh kader untuk tetap setia dan solid di bawah naungan partai pohon beringin.

Mewakili Pemerintah Daerah, Plt Kepala Kesbangpol Merauke, Sukito, turut hadir dan memberikan apresiasi. Ia menyampaikan terkait penyaluran hibah bagi sembilan partai politik di wilayah tersebut. Terkait dinamika Musda yang memunculkan dua kandidat kuat, Sukito berpesan agar kompetisi ini tidak mencederai kedamaian daerah.
Sementara itu Ketua DPD Golkar Provinsi Papua Selatan, Apolo Safanpo, menegaskan bahwa Golkar adalah partai yang inklusif dan terbuka bagi seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang ingin mengembangkan karier politik.
“Siapa saja punya hak untuk berpartisipasi, termasuk mencalonkan diri sebagai ketua dan pengurus, sepanjang memenuhi ketentuan AD/RT partai,” jelas Apolo.
Dirinya berharap Musda ini menghasilkan struktur kepengurusan yang lengkap untuk tingkat Kabupaten Merauke.
Dikatakan, jadwal konsolidasi partai yang sedang berlangsung masif dari pusat hingga ke daerah. Untuk di Papua Selatan, 17 Februari dijadwalkan Musda di Kabupaten Mappi, dan
20 Februari Musda di Kabupaten Boven Digoel.
Targetnya, seluruh pengurus DPD di tingkat Provinsi Papua Selatan (PPS) harus sudah rampung pada akhir Februari, untuk kemudian dilanjutkan dengan konsolidasi hingga ke tingkat komisariat atau kampung.
“Kita harapkan seluruh elemen partai tetap menjaga kondusifitas dan soliditas demi menyongsong agenda politik mendatang di Papua Selatan,” tandasnya. (Nuryani)
















































