Metro – Juru Bicara Manajemen Markas Pusat Komnas Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka, Sebby Sambom menegaskan bakal menciptakan perang di Selatan Papua pasca dibukanya proyek raksasa perkebunan dan pertanian skala besar di Merauke.
Sebby juga menyindir lemahnya Orang Papua di Selatan yang tidak mampu melawan serta berjuang untuk kemerdekaan Papua.
“Jadi, kalau mereka tidak perang, ya nanti kami Orang Yali, Orang Nduga, Orang Lani, yang akan perang disana (Merauke),” ujarnya dalam sebuah wawancara yang diterima Metro Merauke, kemarin.
Sebby menegaskan bakal membuat perang Pembebasan Nasional di seluruh Tanah Papua, termasuk Merauke. Perang di Merauke, sebut Sebby, berkaitan erat dengan Proyek Strategis Nasional di wilayah itu.
“Kalau Prabowo Kepala Batu, apalagi dengan PSN, itu akan bikin Papua Merdeka dengan cepat,” katanya.
Ia melanjutkan, PSN telah menjadi sorotan internasional. Bahkan, seluruh elemen perjuangan di Papua saat ini tengah berjuang menghadapi.
“Kelompok Sipil, politik, diplomat, bagian HAM, juga ada, itu (PSN) sudah menjadi perhatian internasional, termasuk Australia juga serius memantau ini,” tegasnya.
Proyek Strategis Nasional di Papua Selatan difokuskan pada pengembangan kawasan pangan dan energi skala besar di Merauke, termasuk pembangunan cetak sawah seluas 1 juta hektar dan infrastruktur pendukung seperti Dermaga Jetty Multipurpose Wanam.
Proyek ini bertujuan mempercepat ketahanan pangan, namun menghadapi pro-kontra terkait dampak ekologis dan sosial bagi masyarakat adat.
Sebby menuding, program PSN telah melanggar HAM Orang Papua. “Itu sudah melanggar hak Orang Papua, itu perampasan ulayat dan tanah adat, makanya perhatian internasional lebih tinggi,” tukasnya.
Menurut dia, perlawanan dan perang di Papua Selatan, termasuk akibat Pencanangan PSN, merupakan bagian dari perjuangan Papua Merdeka di seluruh Tanah Papua.
“Karena Merauke juga bagian dari Pulau besar ini,” ujarnya lagi.
Sebelumnya, dalam “Perang” yang tengah digaungkan OPM seperti kata Sebby, penembakan telah dimulai di wilayah Kabupaten Boven Digoel.
Dua pilot maskapai PT Smart Cakrawala Aviation—biasa disebut Smart Air—tewas ditembak Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat pimpinan Elkius Kobak di Bandara Korowai, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Selasa (11/02).
Warga di sekitar lokasi kejadian menyebut peristiwa itu membuat situasi Kampung Danowage yang berada di dekat bandara mencekam.
“PSN sudah jadi perhatian internasional, jadi kami akan perang sampai Papua merdeka,” tutupnya. (redaksi)















































