Metro Merauke – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB menyatakan bertanggung jawab terhadap penembakan di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah pada Selasa, 21 Januari 2025.
Penembakan yang menewaskan Personel Satgas Damai Cartenz, Brigpol Ronald M. Enok itu terjadi di Kampung Lima-Lima, Distrik Pagaleme.
Juru Bicara Komnas TPNPB, Sebby Sambom dalam siaran pers tertulisnya yang diterima pada Rabu, 22 Januari 2025 menyatakan, manajemen markas pusat Komnas TPNPB telah menerima laporan resmi dari Pasukan TPNPB Kodap Yambi-Puncak Jaya.
Dalam laporan itu disebutkan pada Selasa, 21 Januari 2025 pukul 14.50 WIT, TPNPB Kodap Yambi-Puncak Jaya melakukan penembakan terhadap sejumlah aparat anggota Polri sejak pukul 12.10 WIT.
“Penembakan terhadap anggota Militer Indonesia tersebut dilakukan saat pasukan TPNPB Kodap Yambi-Puncak Jaya yang sedang melakukan operasi di Kompleks 55, Puncak Jaya sejak pagi hingga siang. Penembakan itu mengakibatkan satu anggota militer Indonesia tewas dan lainnya luka-luka,” kata Sebby Sambom.
Katanya, atas kejadian tersebut manajemen markas pusat Komnas TPNPB menyampaikan kepada seluruh orang Papua yang telah bergabung sebagai anggota militer Indonesia, untuk segera menghentikan aktivitasnya di wilayah konflik bersenjata di Tanah Papua.
“Sebab Tanah Papua adalah milik kita orang Papua yang harus dijaga dan dilindungi dari ancaman asing seperti negara kolonial Indonesia,” ucapnya.
Sebby kembali mengingatkan bahwa Ali Murtopo pernah berkata “Rekrut Orang Asli Papua jadikan mereka sebagai TNI-POLRI, Intel dan lempar mereka ke garis depan biar mereka saling bunuh”.
Sebby berpendapat ini adalah cara mengaduh dombakan sesama orang Papua, untuk saling membunuh selama Papua masih berada dalam wilayah Indonesia.
“Kata Ali Murtopo itu sudah benar terjadi, maka disampaikan kepada seluruh orang asli Papua baik itu TNI-Polri untuk segera bersatu. Nemperjuangkan hak kemerdekaan bangsa Papua dari jajahan kolonialisme Indonesia, sebelum kita punah atas kebijakan negara Indonesia diatas tanah leluhur kita,” kata Sebby Sambom. (Arjuna)













































