Empati Terhadap Bencana Nasional, Yayasan Budi Luhur Papua Selatan Ajak Masyarakat Rayakan Imlek tanpa Euforia

Plt Ketua Yayasan Budi Luhur, Merauke Papua Selatan, Leonard Wijaya

Metro Merauke – Perayaan Imlek 2026 di berbagai daerah, khususnya di Merauke, Papua Selatan dirayakan tanya euforia berlebihan, seperti pesta kembang api dan sejenisnya. Keputusan ini diambil sebagai bentuk empati dan solidaritas atas bencana alam yang melanda beberapa wilayah di Indonesia.

Yayasan Budi Luhur Merauke, Papua Selatan, meniadakan perayaan secara meriah dan mengganti perayaan Imlek dengan doa bersama, fokus pada tradisi keluarga, saling berkunjung serta silaturahmi.

Bacaan Lainnya

Plt Ketua Yayasan Budi Luhur Merauke, Papua Selatan, Leonard Wijaya menyebut, imbauan ini bertujuan agar perayaan Imlek 2577 tetap hikmat tanpa menjolkan pesta pora ditengah situasi bencana Nasional.

Kebijakan ini menunjukkan nilai toleransi dan kepedulian sosial yang tinggi, di mana kebahagiaan perayaan keagamaan tetap selaras dengan rasa empati terhadap sesama dengan mempertimbangkan kondisi sejumlah daerah yang mengalami bencana hingga menimbulkan korban jiwa serta kerugian bagi masyarakat setempat.

” Perayaan Imlek tetap diadakan di Merauke meski dengan cara yang sederhana, berdoa bersama dan saling berkunjung ke keluarga,” tutur Leonard Wijaya kepada Metro Merauke, Senin (16/02/2026).

Dikatakan, Imlek tahun ini dalam kalender Tionghoa adalah Tahun Kuda Api, menandai kombinasi yang tidak hanya menunjukkan kekuatan, tetapi juga kesigapan dalam mengambil langkah.

Dibalik semangat yang membara, di Tahun Kuda Api, ada tantangan besar, masyarakat dituntut lebih bekerja keras.

Plt Ketua Budi Luhur mengharapkan, perayaan Tahun Baru Imlek menjadi momen pembawa berkat kemakmuran, kesejahteraan, serta memperkuat semangat persatuan dan kebhinekaan bagi bangsa Indonesia. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *