Metro Merauke – Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) J.A. Dimara Merauke mengeluarkan pernyataan resmi guna meluruskan simpang siur informasi yang beredar luas di jagat maya.
Dalam pernyataan resmi tersebut, pihak Lanud membantah keras tudingan adanya aksi pemukulan yang melibatkan oknum personelnya, sebagaimana dinarasikan dalam sebuah unggahan viral di media sosial baru-baru ini.
Langkah cepat ini diambil untuk memastikan stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Merauke tidak terganggu oleh provokasi yang tidak berdasar.
Komandan Lanud J.A. Dimara, melalui Ps. Kaurjarah Pen Lanud J.A Dimara, Lettu Sus Sumarno, menegaskan bahwa narasi yang dibangun di media sosial tersebut tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan, sehingga masyarakat diminta untuk lebih bijak dan teliti dalam memilah informasi.
Kejadian yang sebenarnya terjadi, menurut penjelasan resmi pihak Lanud, merupakan bentuk pengamanan sesuai prosedur standar operasional (SOP) setelah mengetahui ada orang dalam kondisi dipengaruhi minuman beralkohol beradan di dalam ruangan.
“Tidak ada tindakan kekerasan fisik atau pemukulan seperti yang dituduhkan; sebaliknya, personel di lapangan justru mengedepankan pendekatan persuasif dalam menjalankan tugas. Dimana setelah mengamankan seorang warga yang mabuk dan menyerahkan ke Polisi,” jelas Sumarno, Kamis (26/03/2026).
Pihak Lanud J.A. Dimara menyayangkan adanya oknum yang sengaja menggiring opini publik dengan memotong fakta demi kepentingan tertentu.
Disinformasi semacam ini dinilai sangat merugikan, tidak hanya bagi institusi TNI AU, tetapi juga bagi keharmonisan hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat Merauke yang selama ini sudah terjalin sangat baik.
Dalam klarifikasinya, Lanud J.A. Dimara juga menekankan komitmen mereka terhadap profesionalisme prajurit.
Setiap tindakan anggota di lapangan selalu diawasi ketat dan terukur, serta tunduk pada hukum yang berlaku. Pihak Lanud tidak segan untuk menindak tegas jika memang terbukti ada pelanggaran, namun dalam kasus yang viral ini, tuduhan tersebut murni tidak benar.
Sinergitas antara TNI AU dan warga Papua Selatan, khususnya di Kabupaten Merauke, merupakan aset berharga yang harus dijaga bersama. Lanud J. A Dimara menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah terus memberikan pelayanan terbaik dan menjaga kedaulatan udara di perbatasan timur Indonesia. (Nuryani)
















































