Perkuat Kedaulatan Udara di Timur Indonesia, Kaskoopsudnas Tinjau dan Tutup Latihan ‘Maleo Perkasa’ di Lanud J. A Dimara

Metro Merauke – Kepala Staf Komando Operasi Udara Nasional (Kaskoopsudnas), Marsda TNI Dr. Ir. Purwoko Aji Prabowo, M.M., M.D.S., melakukan kunjungan kerja ke Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) J.A. Dimara, Merauke, Rabu (17/06/2026).

Kunjungan ini dilakukan dalam rangka meninjau sekaligus menutup secara resmi Latihan Kesiagaan II Kodau III ‘Maleo Perkasa’ tahun anggaran 2026.

Bacaan Lainnya

​Kedatangan Kaskoopsudnas beserta rombongan di Baseops Baru Lanud J.A. Dimara disambut langsung Komandan Lanud J.A. Dimara, Kolonel Pnb Beny Aprianto, S.M.

​Rangkaian kegiatan diawali di ruang briefing, di mana Kaskoopsudnas menerima dua paparan krusial terkait kesiapan wilayah, Paparan Kesiapan Latihan yang disampaikan Kadisops Lanud J.A. Dimara, Letkol Pas Subhan.

Sedangkan paparan kesiapan satuan oleh Danlanud J.A. Dimara, Kolonel Pnb Beny Aprianto, yang memaparkan sejauh mana kesiapan satuan dalam mendukung setiap pergerakan operasi udara di wilayah operasional mereka.

​Salah satu agenda utama dalam peninjauan ini adalah menyaksikan langsung simulasi penanganan pesawat udara tidak terjadwal (Unscheduled/Force Landing) yang mendarat di wilayah hukum Indonesia.

​Uji kesiapan ini tidak hanya melibatkan personel TNI AU, melainkan juga mengedepankan sinergi terpadu antarinstansi (stakeholders) bandara, mulai ​Karantina & Otoritas Bandara, ​AirNav Indonesia, ​Imigrasi & Bea Cukai, ​Kejaksaan dan ​KP3 Bandara Mopah.

​”Simulasi ini dirancang khusus untuk menguji efektivitas koordinasi, kecepatan respons, dan keterpaduan langkah antarinstansi ketika menghadapi situasi kontinjensi penerbangan di lapangan,” kata Danlanud Kol Pnb Beny Aprianto.

​Usai meninjau simulasi, Kaskoopsudnas memimpin upacara penutupan Latihan Kesiagaan II Kodau III “Maleo Perkasa” TA 2026 yang dilaksanakan secara virtual melalui video conference dan diikuti oleh seluruh jajaran Lanud di bawah Kodau III.

​Dalam amanat Pangkoopsudnas yang dibacakan Kaskoopsudnas, ditegaskan bahwa latihan ini merupakan tolak ukur penting bagi kesiapan tempur dan profesionalisme prajurit.

​”Latihan ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana kesiapan operasional, profesionalisme, serta kemampuan satuan dalam melaksanakan operasi udara maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Melalui berbagai skenario—seperti penanganan darurat, Search and Rescue (SAR), penanggulangan huru-hara, hingga evakuasi medis udara—kita mengasah kesiapsiagaan kita,” ujar Kaskoopsudnas membacakan amanat.

​Mengakhiri sambutannya, Pangkoopsudnas memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh unsur dan personel yang terlibat. “Berkat dedikasi, disiplin, dan kerja keras seluruh pihak, latihan berskala besar ini dapat berjalan dengan aman, tertib, dan zero accident,” katanya.

Dengan selesainya Latihan “Maleo Perkasa” 2026 ini, diharapkan koordinasi lintas sektor semakin solid dan profesionalisme personel TNI AU semakin meningkat tajam dalam mengawal serta menjaga kedaulatan wilayah udara nasional, khususnya di wilayah timur Indonesia.(Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *