Peringatan BMKG: Warga Papua Selatan Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem Hujan Lebat Hingga Banjir Rob

ilustrasi pesisir pantai lampu satu, Merauke

Metro Merauke – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas III Mopah Merauke mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda wilayah Provinsi Papua Selatan dan sekitarnya pada periode 17 hingga 24 Desember 2025.

Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini, BMKG memantau adanya gangguan tropis berupa Bibit Siklon Tropis 95S di wilayah Laut Arafuru Selatan yang bergerak ke arah Timur Laut – Tenggara.

Bacaan Lainnya

Kondisi ini diperkuat dengan adanya belokan massa udara, area konvergensi, serta labilitas udara lokal dalam kategori sedang hingga kuat.

Kepala Stasiun Meteorologi Mopah, Okto Firdaus Fajri Rianto, dalam rilisnya menjelaskan, fenomena ini memicu peningkatan aktivitas konvektif dan pembentukan awan hujan yang signifikan.

“Kondisi ini diprakirakan memicu peningkatan intensitas curah hujan, potensi angin kencang hingga 30-40~km/jam di daratan, serta potensi banjir pesisir (ROB) di perairan Papua Selatan,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Selasa (16/12/2025).

Dijelaskan, BMKG membagi peringatan ini ke dalam dua periode waspada. Hujan sedang hingga sangat lebat (17-19 Desember 2025), disertai kilat atau petir dan angin kencang, berpotensi terjadi di seluruh kabupaten di Provinsi Papua Selatan, yakni Kabupaten Asmat, Boven Digoel, Mappi, dan Merauke.

Banjir pesisir (ROB) dan gelombang tinggi (19-24 Desember 2025). Perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah Laut Arafuru Selatan serta area pesisir di Kabupaten Asmat, Mappi, dan Merauke.

Khusus di Merauke, wilayah yang terdampak meliputi Distrik Kimaam, Waan, Tabonji, Tubang, Ilwayab, Okaba, Malind, Semangga, Merauke, hingga Naukenjerai.

Masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di wilayah-wilayah tersebut, terutama yang bekerja di sektor perairan dan pesisir, diimbau untuk selalu waspada terhadap dampak cuaca ekstrem dan terus memantau informasi terbaru dari BMKG. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *