Kodaeral XI Bangun Jembatan di Kampung Sarmayam II, Akses Logistik dan Pendidikan Kembali Lancar

Metro Merauke – Komitmen TNI Angkatan Laut dalam membantu kesulitan rakyat kembali dibuktikan secara nyata. Komandan Kodaeral XI, Laksamana Muda TNI Monang Hatorangan Sitompul, turun langsung bersama para prajurit untuk membangun kembali jembatan yang terputus di Kampung Sermayam II, Kabupaten Merauke, Kamis (09/01/2026).
​Sebelumnya, akses jalan utama di Kampung Sermayam II mengalami kerusakan parah hingga terputus total. Kondisi ini melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat dan menghambat distribusi logistik.

Hal yang paling memprihatinkan adalah terganggunya akses pendidikan, di mana anak-anak sekolah terpaksa bertaruh nyawa atau bahkan tidak bisa bersekolah karena hilangnya sarana penyeberangan yang aman.

Bacaan Lainnya

​Merespons laporan masyarakat, Laksamana Muda TNI Monang Hatorangan Sitompul segera mengerahkan personel Kodaeral XI. Pembangunan jembatan dilakukan secara maraton melalui kerja bakti dan gotong royong selama tiga hari berturut-turut.

​Proses pembangunan dimulai dari pembersihan lahan secara menyeluruh, dilanjutkan dengan pemasangan pondasi menggunakan buis beton di dasar jembatan sebagai aliran air.

Prajurit kemudian melakukan penimbunan, pemasangan kerangka tulang besi, hingga tahap pengecoran dan finishing untuk memastikan jembatan memiliki daya tahan yang kuat.

​Kini, jembatan tersebut telah berdiri kokoh dan siap dilalui. Kehadirannya menjadi oase bagi warga sekitar, mengembalikan kelancaran akses logistik yang sempat terhenti dan menghidupkan kembali gairah ekonomi di Kampung Sermayam II.

​”Kehadiran jembatan ini adalah bentuk nyata komitmen TNI AL, khususnya Kodaeral XI, untuk selalu hadir meringankan beban masyarakat. Kami ingin memastikan anak-anak kita bisa kembali sekolah dengan aman dan aktivitas ekonomi warga tidak lagi terhambat,” tegas Monang Hatorangan Sitompul.

​Pembangunan jembatan ini mendapat apresiasi tinggi dari warga Kampung Sermayam II. Kini, senyum anak-anak sekolah kembali merekah karena akses menuju masa depan mereka tidak lagi terputus oleh jerat infrastruktur yang rusak. (Nuryani)

Untuk Pembaca Metro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *