Sosok Dokter Bedah Dibalik Seragam PIA, Jejak Langkah Istri Komandan Satrad 303 Menghidupkan Asa UMKM Lokal

Dipimpin langsung Ketua PIA Ardhya Garini Ranting 03-04 Satuan Radar (Satrad) 303/K III Daerah Koopsau Merauke, Ny Reeny Purnamasari dan jajarannya melakukan kunjungan langsung ke sejumlah UMKM di Merauke

Metro Merauke -Di balik seragam dan protokol ketat yang biasanya melekat pada istri pejabat satuan TNI, sosok Ketua PIA Ardhya Garini Ranting 03-04 Satuan Radar (Satrad) 303/K III Daerah Koopsau Merauke, Ny Reeny Purnamasari, tampil beda. Dikenal sangat rendah hati (humble), kehadirannya di tengah masyarakat maupun anggota PIA Ardhya Garini selalu membawa kesejukan.

Siapa sangka, di balik senyum ramahnya, ia adalah seorang dokter spesialis bedah yang setiap harinya bergelut dengan ruang operasi di Rumah Sakit Umum Daerah Merauke.

Bacaan Lainnya

Menjalani profesi sebagai dokter bedah tentu bukan perkara mudah. Dibutuhkan konsentrasi tinggi dan waktu yang tidak sedikit. Namun, bagi sang Ibu Komandan, tugas profesional sebagai pelayan kesehatan tidak pernah menjadi alasan untuk mengenyampingkan peran utamanya. Ia tetap setia mendampingi sang suami di mana pun tugas negara memanggil, sembari memimpin organisasi istri prajurit dengan penuh dedikasi.

“Memang itu tidak mudah. Namun, kuncinya adalah manajemen waktu dan ketulusan,” ungkapnya saat berbincang santai dengan media ini beberapa waktu lalu.

Ketangguhannya membagi peran antara meja operasi dan urusan organisasi keprajuritan membuat banyak pihak menaruh simpati dan rasa kagum.

Tak hanya sibuk dengan urusan medis dan internal satuan, ia juga dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap ekonomi kerakyatan. Terbukti, secara kontinu, ia turun langsung menyambangi para pelaku UMKM di Merauke.

Bukan sekadar kunjungan formal, ia hadir untuk berdialog, mendengarkan keluh kesah, hingga memberikan motivasi agar para pengusaha kecil terus bersemangat meningkatkan kualitas produk mereka.

Baginya, kemajuan UMKM adalah salah satu pilar penting untuk menambah income keluarga. Dengan memberikan dukungan nyata dan dorongan semangat, ia berharap para pelaku usaha kecil, terutama kaum ibu, bisa lebih mandiri secara ekonomi.

Reeny Purnamasari (tengah) menyebut, tak sekadar kunjungan formal, ia hadir untuk berdialog, mendengarkan keluh kesah, hingga memberikan motivasi agar para pengusaha kecil terus bersemangat meningkatkan kualitas produk

Aksi nyata ini menjadikannya tidak hanya sebagai istri komandan, tetapi juga sebagai motor penggerak inspirasi bagi masyarakat sekitar.

Kebersamaan Metro Merauke dengan perempuan kelahiran Ujung Pandang, Sulawesi Selatan 1982 silam, Reeny Purnamasari merupakan sosok yang inspiratif, memperlihatkan bahwa pangkat dan profesi hanyalah instrumen untuk mengabdi.

Kesederhanaan dan kepeduliannya terhadap sesama adalah bukti bahwa pengabdian yang paling tulus adalah saat kita mampu memberikan manfaat bagi orang lain, baik melalui keahlian medis maupun dukungan sosial.
Langkah nyata ini mendapat apresiasi tinggi dari para pelaku usaha, salah satunya adalah Owner Adli Food, Yulita Sirken. Menurutnya, perhatian yang diberikan PIA Ardhya Garini Satrad 303 Merauke sangatlah berarti, terutama dalam memberikan masukan positif bagi pengembangan produk lokal.

​”Kami sangat mengapresiasi kehadiran Ibu Komandan. Banyak UMKM yang sebenarnya butuh pendampingan teknis, mulai dari manajemen pemasaran hingga standar kebersihan yang perlu ditingkatkan. Masukan-masukan beliau sangat mendidik dan relevan bagi kami,” ungkap Lita dengan ramah.

Menurut ibu dari tiga anak ini, ​kunjungan langsung istri komandan ke sejumlah UMKM di Merauke, tentunya menjadi sangat berarti sekaligus motivasi tersendiri.

Di tengah perjuangan menggapai asa peningkatan ekonomi, kehadiran sosok inspiratif yang peduli pada detail manajemen usaha memberikan kepercayaan diri baru bahwa beragam potensi yang menjadi produk lokal Merauke sesungguhnya mampu bersaing lebih luas. (Nuryani)

Untuk Pembaca Metro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *