Metro Merauke – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Papua Selatan resmi menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) yang pertama, Senin (15/06/2026).
Musda I dibuka langsung Ketua HNSI Pusat, Laksamana (Purn) Sumardjono. Dirinya menyampaikan harapan besar agar perhelatan ini mampu merumuskan strategi jitu dalam mendongkrak produksi perikanan di wilayah Papua Selatan, sehingga tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal tetapi juga berorientasi ekspor.
Sumardjono mengakui bahwa wilayah Papua Selatan memiliki potensi maritim yang luar biasa dengan lautan yang luas, sungai, serta rawa-rawa yang seluruhnya kaya akan komoditas ikan.
Tak kalah penting, dalam sambutannya, Sumardjono menyoroti pentingnya penataan regulasi dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Lebih lanjut, Ketua HNSI Pusat mengimbau seluruh peserta Musda untuk memanfaatkan momentum ini sebagai wadah memberikan masukan konstruktif kepada pemerintah daerah maupun pusat terkait kebijakan pelayanan sektor perikanan.
Sumardjono juga mengingatkan HNSI Papua Selatan untuk memperkuat persatuan antar-nelayan, terutama dalam melakukan pembinaan terhadap Nelayan Orang Asli Papua (OAP) serta merangkul nelayan pendatang.
“HNSI diharapkan mampu menjadi jembatan yang efektif dalam menyalurkan kebijakan pemerintah sekaligus menjadi penyambung lidah bagi kepentingan dan aspirasi para nelayan di Papua Selatan,” tuturnya.
Sementara itu Pemerintah Provinsi Papua Selatan mendorong Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) di wilayah setempat untuk berkomitmen meningkatkan produksi ikan secara signifikan.
Langkah ini dinilai strategis mengingat besarnya potensi bahari yang dimiliki oleh provinsi baru di ujung timur Indonesia tersebut, sekaligus sebagai upaya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua Selatan, Agustinus Joko Guritno hadir mewakili Gubernur Apolo Safanpo.
Menurut Guritno, momentum ini sebagai catatan sejarah baru bagi konsolidasi organisasi nelayan di sana.
Dalam sambutannya, Guritno menekankan pentingnya sektor perikanan sebagai pilar pemenuhan protein masyarakat, khususnya bagi generasi muda.
“Ini penting, karena ikan merupakan sumber protein yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat, lebih khusus bagi generasi muda untuk meningkatkan kualitas hidup,” ujar Guritno di hadapan para peserta musda.
Namun, Guritno menyayangkan produktivitas nelayan domestik saat ini yang dirasa masih belum maksimal untuk mengimbangi potensi yang ada. “Kalau kita lihat, nelayan di Provinsi Papua Selatan masih kurang dalam menghasilkan ikan,” ungkapnya mengevaluasi kondisi riil di lapangan.
Padahal, wilayah Papua Selatan dikaruniai bentang lautan yang luas, jaringan sungai, hingga kawasan rawa yang kaya akan komoditas perikanan. Pemprov optimistis, jika dikelola dengan manajemen yang baik dan modern, hasil tangkapan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan lokal, melainkan juga menembus pasar ekspor ke luar negeri.
Di sisi lain, Guritno menyoroti tantangan regulasi perikanan yang saat ini masih didominasi oleh kebijakan pemerintah pusat, termasuk perihal pembagian hasil daerah.
“Mudah-mudahan kedepan, dana untuk membangun fasilitas nelayan dan perikanan bisa dilaksanakan dengan baik sesuai pendapatan yang diterima,” harap Guritno agar pemanfaatan pajak perikanan bisa lebih optimal bagi daerah.
Terkait pelaksanaan Musda, Pemprov Papua Selatan meminta HNSI menjadi wadah penampung aspirasi yang kritis bagi kelangsungan profesi ini di masa depan. “Oleh sebab itu, musda ini sangat penting bagi kelangsungan nelayan di Papua Selatan di masa-masa yang akan datang,” kata Guritno menambahkan.
Terakhir, Guritno menitipkan pesan agar HNSI memperkuat pembinaan terhadap Nelayan Orang Asli Papua (OAP) serta menertibkan administrasi status pekerjaan warga. “Ini menjadi perhatian bagi HNSI Papua Selatan dan juga kita semua supaya kesejahteraan masyarakat, khusus nelayan, dapat tercapai,” katanya.
Sementara itu Ketua HNSI Pusat, Laksamana (Purn) Sumardjono hadir langsung membuka pelaksanaan Musda I di Papua Selatan. (Nuryani)
















































