​Konvercab V Fatayat NU Merauke:Perkuat Peran Perempuan dalam Membangun Daerah

Metro Merauke – Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (PC Fatayat NU) Kabupaten Merauke, Papua Selatan, menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) ke-V. Perhelatan ini menjadi momentum penting untuk mempertegas komitmen perempuan muda NU dalam mengawal pembangunan di wilayah Merauke.

​Konvercab yang dihadiri Bendahara Umum Hj Wilda Tusururoh, pengurus di daerah dan kader Fatayat NU se-Kabupaten Merauke ini mengusung misi besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) anggotanya.

Bacaan Lainnya

Wakil Bupati Merauke, Fauzan Nihayah saat membuka kegiatan mengatakan, Konvercab V ini tidak hanya sekedar memilih ketua Fatayat NU Merauke yang baru. Tak kalah penting guna mendorong perempuan muda untuk lebih aktif berkontribusi dalam sektor sosial, ekonomi, dan pendidikan.

Memperkuat kemitraan dengan pemerintah daerah untuk menyukseskan program-program pembangunan serta menanamkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai fondasi dalam bergerak di tengah masyarakat yang majemuk.

Sementara itu Bendahara Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU, Hj Wilda Tusururoh, menegaskan melalui Konfercab ini, Fatayat NU Merauke diharapkan tidak hanya menjadi organisasi keagamaan semata, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu menjawab tantangan zaman. Keterlibatan perempuan dalam pengambilan kebijakan dipandang sebagai kunci untuk menciptakan pembangunan yang lebih inklusif di Papua Selatan.

​”Peran perempuan muda sangat penting. Melalui wadah Fatayat, kita ingin memastikan bahwa suara dan kerja nyata perempuan NU dirasakan langsung oleh masyarakat Merauke.” ucapnya, Jumat (24/04/2026).

​Selain sebagai forum silaturahmi dan evaluasi program kerja, Konfercab V ini juga memiliki agenda utama, memilih nahkoda baru PC Fatayat NU Merauke untuk masa khidmat berikutnya. Pemimpin yang terpilih diharapkan mampu membawa inovasi dan semangat baru bagi organisasi.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa dinamika organisasi perempuan di ujung timur Indonesia semakin progresif, terutama dalam mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dengan aksi nyata pembangunan daerah. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *