Tingkatkan Mutu Pendidikan Papua, Kepala SD Muhammadiyah Merauke Ikuti Bimtek Pembelajaran Mendalam di Jayapura

Metro Merauke – Kepala Sekolah SD Muhammadiyah PK Bambu Pemali, Kabupaten Merauke, Abdul Rasyid M. Akib, bersama para guru, mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) intensif yang diselenggarakan di Hotel Grand Talent Kotaraja, Jayapura, sejak 3 – 7 Desember 2025.

Dalam Bimtek tersebut, peserta mendapat sejumlah materi penting, seperti Pembelajaran Mendalam (PM), Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), serta Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), yang merupakan program unggulan untuk memajukan kualitas sekolah Muhammadiyah di region Papua.
Instruksi Implementasi Maksimal dan Tanpa Penundaan.

Bacaan Lainnya

Abdul Rasyid M. Akib mengatakan, kegiatan ini turut dihadiri Direktur Diksuspala dan Penjaminan Mutu Nasional Sekolah/Madrasah Muhammadiyah, Bapak Pahri, S.Ag., MM.

Dalam sambutannya, Pahri memberikan instruksi tegas kepada seluruh peserta Bimtek agar segera melakukan diseminasi dan penerapan hasil kegiatan di sekolah masing-masing tanpa penundaan.

Direktur Diksuspala menekankan pentingnya mengaplikasikan materi secara maksimal, khususnya dalam proses pembelajaran.

“Dalam penerapan kegiatan pembelajaran, hendaknya mengikuti Perencanaan Pembelajaran Mendalam (PPM) yang telah dibuat, dan menginsersikan nilai-nilai karakter serta praktik baik yang memiliki relevansi dengan tema pelajaran,” jelasnya.

Selain itu, ia menganjurkan sekolah untuk memperbanyak penggunaan media dalam pembelajaran agar proses belajar mengajar menjadi lebih bermakna, lebih sadar, dan lebih menggembirakan bagi siswa.

Pahri mengatakan, target utama dari bimtek ini adalah meningkatnya kualitas dan kuantitas sekolah-sekolah di Region Papua.

Konsekuensi dari target tersebut adalah penyediaan pelayanan terbaik bagi para stakeholders (pemangku kepentingan). Ia memberikan pesan penutup yang mendalam bagi para guru dan kepala sekolah

“Sekolah-sekolah harus tampil dengan wajah menggembirakan, guru-guru harus menampilkan performa terbaik, menjadi guru yang ditunggu-tunggu, guru yang menunggu siswa di kelas,” pungkasnya. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *