Metro Merauke – DPW Perempuan Bangsa Provinsi Papua Selatan, sukses menyelenggarakan Musyawarah Wilayah (Muswil) I yang dihadiri langsung jajaran petinggi pusat, Rabu (08/04/2026).
Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa, Neng Eem Marhamah Zulfa, bertujuan untuk penguatan peran perempuan dalam kancah politik dan sosial di wilayah paling timur Indonesia.
Dalam sambutannya, Ketua DPW PKB Papua Selatan, Kristosimus Yohanes Agawemu, menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap dedikasi dan kerja nyata yang telah ditunjukkan kader Perempuan Bangsa di empat kabupaten, yakni Merauke, Boven Digoel, Asmat, dan Mappi.
Kehadiran organisasi ini dinilai telah memberikan warna positif dalam memperjuangkan hak-hak perempuan serta isu kesejahteraan masyarakat di cakupan Provinsi Papua Selatan.
Kristosimus Agawemu mengingatkan pentingnya menjaga sinergitas antar lembaga. Soliditas yang telah terbangun selama ini diharapkan menjadi modal kuat bagi Perempuan Bangsa untuk tetap eksis dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah di masa mendatang.
“Kuncinya kita harus solid dan kerja yang fokus untuk memperjuangkan hak-hak perempuan, peka melihat persoalan di tengah masyarakat,” kata Kristosimus Agawemu.

Pada kesempatan itu Ketua DPP Perempuan Bangsa mengungkapkan kekagumannya terhadap semangat para kader di daerah. Ia mengakui bahwa Perempuan Bangsa Papua Selatan menjadi wilayah pertama di Indonesia yang berhasil menggelar Muswil pada tahun ini.
Prestasi ini dipandang sebagai bukti kesiapan dan soliditas struktur organisasi di tingkat provinsi meskipun berada di daerah otonomi baru.
Agenda utama Muswil ini mencapai puncaknya saat perwakilan Perempuan Bangsa dari kabupaten-kabupaten secara mufakat kembali memberikan kepercayaan kepada Evi Ernawati Kristina untuk mengemban amanah sebagai Ketua Perempuan Bangsa Provinsi Papua Selatan.
Kepemimpinan Evi dinilai mampu merangkul seluruh elemen dan menjaga ritme organisasi tetap produktif.
Pada kesempatan itu Evi Kristina menegaskan, Muswil ini bukan sekadar rutinitas formalitas organisasi atau seremonial belaka. Menurutnya, momentum ini merupakan ruang konsolidasi untuk merumuskan langkah-langkah strategis ke depan, terutama dalam menghadapi dinamika sosial yang kian kompleks di Papua Selatan.
Pihaknya berharap agar ke depannya seluruh pengurus dan kader tetap menjaga kekompakan serta soliditas. Semangat kebersamaan menjadi kunci utama agar program-program kerja yang telah dicanangkan dapat menyentuh langsung kepentingan masyarakat luas, khususnya kaum perempuan di pelosok kampung. (Nuryani)
















































