Empat Hari Pencarian, Korban Terjatuh di Sungai Maro Ditemukan Tak Bernyawa

Metro Merauke – Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap Abdul Rozaq (29), warga yang dilaporkan terjatuh di Sungai Maro, resmi ditutup, Kamis (09/07). Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada hari keempat pencarian, setelah menerima laporan dari masyarakat setempat.

​Korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak Senin dini hari lalu. Ia diduga kuat terjatuh dari dermaga saat hendak menuju ke toilet.

Bacaan Lainnya

​Rangkaian operasi pencarian pada hari keempat dimulai sejak pukul 06.00 WIT. Tim SAR Gabungan membagi kekuatan menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir area hulu dan hilir Sungai Maro secara paralel di bawah kondisi cuaca cerah berawan.

​Hingga pukul 12.00 WIT, upaya penyisiran sempat dihentikan sementara untuk istirahat dengan hasil yang masih nihil.

​Titik terang akhirnya muncul pada pukul 12.50 WIT, ketika tim menerima informasi dari warga mengenai adanya penemuan jasad yang terapung. Menanggapi laporan tersebut, tim bergerak cepat menuju lokasi yang dimaksud.

​”Tepat pada pukul 13.45 WIT, Tim SAR Gabungan tiba di lokasi dan memastikan kebenaran identitas korban. Jasad korban ditemukan pada jarak 9,95 kilometer dari lokasi awal kejadian ke arah hulu Sungai Maro,” jelas Humas Kantor SAR Merauke, Darmawan dalam keterangan resminya.

​Pasca-penemuan, jasad Abdul Rozaq langsung dievakuasi oleh petugas menuju rumah sakit terdekat untuk menjalani prosedur medis sebelum diserahterimakan secara resmi kepada pihak keluarga.

​Setelah seluruh proses evakuasi rampung, Tim SAR Gabungan menggelar debriefing pada pukul 14.57 WIT. Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi diusulkan untuk ditutup. Seluruh unsur potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

​Pihak Kantor SAR Merauke menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas sinergi, kerja keras, dan dedikasi seluruh unsur yang terlibat selama empat hari operasi berjalan. Adapun unsur yang terlibat dalam pencarian ini meliputi: ​Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, ​Kodaeral XI Merauke dan Satrol Kodaeral XI, Polair, Bakamla, ABK KM Lyly 03 hingga masyarakat setempat. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *