Metro Merauke – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mappi mengkhawatirkan dua hambatan yang menjadi kendala utama dalam proses distribusi logistik untuk Pilkada serentak 2024.
Ketua KPU Kabupaten Mappi, Yati Enoch mengungkapkan, dua kendala dimaksud adalah medan atau kondisi geografis dan faktor cuaca yang akan sangat mempengaruhi proses distribusi logistik Pilkada 2024 di Mappi.
Di Kabupaten Mappi sendiri terdapat 15 distrik, 164 kelurahan/desa, dan 207 tempat pemungutan suara (TPS). Dari 15 distrik yang ada, 13 distrik hanya dapat dijangkau dengan transportasi air, dan dikategorikan cukup sulit.
Dirincikan, dari 15 distrik dimaksud, di antaranya Distrik Obaa, Kepi, ibu kota Kabupaten Mappi sendiri yang cukup mudah. Kalau yang lain semuanya cukup sulit, apalagi internet juga cukup susah di sana,” kata Yati Enoch kepada wartawan, Senin (28/10/2024).
Yati Enoch mengatakan mereka belajar mengenai tingkat kesulitan distribusi logistik di Kabupaten Mappi dari pengalaman Pilpres dan Pileg pada Februari 2024 lalu. Yang mana, kondisi geografis kabupaten tersebut yang dikelilingi rawa dan sungai menjadi hambatan utama. Selain itu faktor cuaca juga, seperti intensitas hujan tinggi maupun kemarau panjang bisa menghambat proses distribusi.
“Kami sudah atur semua baik, tapi kadang tidak sesuai dengan rencana yang disusun. Tapi tetap bisa kami lakukan, karena dalam waktu penyusunan rencana distribusi logistik ini, kami ada plan a, plan b dan plan c. Misalnya, waktu sudah mepet, apa yang harus kami lakukan? Ya berarti kami menambah jumlah personil di gudang untuk membekap semua kegiatan tahapan logistik,” ujarnya.
“Kesulitannya menyangkut pergeseran logistik ini lebih pada medan dan cuaca dihadapi. Kalau hujan kadang kami senang, itu karena di Mappi kurang lebih 13 distrik menggunakan transportasi air. Nah itu memudahkan, karena debit air di sungai itu besar sehingga perahu dengan mudah bergerak. Tapi risikonya bisa logistik basah,” sambungnya.
Jika kemarau, lanjut Yati Enoch, petugas yang mendistribusikan logistik harus menyiapkan skop atau pacul. Perkakas-perkakas itu digunakan untuk mengeruk tanah jika perahu atau ketinting kandas di sungai yang dangkal.
“Lalu ada medan tertentu yang sangat dangkal, petugas harus turun dulu, lalu pikul logistik, baru lanjutkan lagi perjalanan. Sebagian besar medan tidak dengan mudah satu kali drop. Kalau mau satu kali drop biasa kami harus putar jauh itu bebannya memakan biaya dan waktunya juga tidak bisa,” ujarnya.
Karena adanya kendala-kendala tersebut, KPU Mappi telah meminta kepada pihak ketiga dan juga KPU Papua Selatan agar logistik Pilkada Kabupaten Mappi sudah harus didistribusikan ke Keppi paling lambat 10 hari sebelum pemilihan. Sehingga 5 hari sebelum pemungutan suara, KPU di sana sudah dapat menggeser logistik tersebut ke 207 TPS. (Nuryani)
















































