Tiga Menteri Berupaya Tingkatkan Daya Saing Petani Kopi Indonesia

Menteri BUMN Erick Thohir bersama Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki dan Menteri LHK Siti Nurbaya saat mengikuti "Dialog Kopi Tanah Air", yang digelar PDIP di Gedung Sekolah Partai, di Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (17/1/2021). ANTARA/HO-PDIP

Metro Merauke – Tiga menteri pemerintahan Joko Widodo-KH Ma’aruf Amin berdiskusi untuk meramu strategi dalam upaya meningkatkan daya saing petani kopi Indonesia.

Tiga menteri kabinet Indonesia Bersatu itu, yakni Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dan Menteri LHK Siti Nurbaya. Mereka menjadi narasumber dalam “Dialog Kopi Tanah Air”, yang digelar PDIP di Gedung Sekolah Partai, di Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin.

Bacaan Lainnya

Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan Presiden Joko Widodo ingin seluruh program di kementerian dan lembaga benar-benar didorong untuk menyasar langsung pada peningkatan kesejahteraan rakyat.

Terlebih, saat ini masih pandemi COVID-19 sehingga terlihat memang terjadi kesenjangan.

“Karena itu, sesuai dengan arahan Pak Presiden, kami semua para pembantu presiden harus memastikan yang namanya keseimbangan ekonomi dan bila perlu juga diintervensi,” kata Erick.

Dia menyebutkan, Kementerian BUMN dengan perusahaan-perusahaan di bawahnya memiliki kekuatan ekonomi sepertiga Indonesia.

Ketua TKN Jokowi-KH Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019 itu memandang BUMN tentu punya tanggung jawab untuk mencari solusi bagi kesejahteraan petani kopi.

“Karena harga kopi dunia sedang naik, tetapi harus dipastikan jangan kenaikan harga kopi ini justru menaikkan yang namanya penjual di tengah, tidak langsung kepada petani,” jelas Erick.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan sebanyak 99,6 persen pelaku UMK itu berada di sektor mikro. Teten memandang pihaknya perlu bersinergi dengan PDIP untuk meningkatkan para pelaku UKM itu.

“Selama pandemi, saya kira yang menjadi penyelamat ekonomi nasional itu adalah UMKM. Bukan kali ini saja ketika pandemi, tetapi juga pada krisis 1998 dan 2003,” kata Teten.

Mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) itu menyatakan Presiden Jokowi telah berpesan untuk memperkuat pondasi ekosistem UMKM Indonesia. Kemudian, mendorong UMKM untuk berkembang.

“Kami ada sinergi dengan PDIP, menyangkut soal pembangunan pangan. Karena saya tahu, dengan Trisaktinya itu sangat kuat PDIP, untuk mendukung kedaulatan pangan. Kita masih banyak pangan yang kita impor, tetapi juga banyak yang bisa kita mengupayakan untuk pada subsidi impor. Oleh karena itu, kami sekarang memperkuat koperasi di sektor pangan, termasuk baik yang institusi impor maupun yang punya orientasi ekspor,” tutur Teten.

Kopi, lanjut Teten, termasuk punya potensi ekspor yang sangat besar.
Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar menambahkan Presiden Jokowi memiliki program kemasyarakatan yang menginginkan proses ekonomi Indonesia berdikari.

Di Kementerian LHK, ada program Perhutanan Sosial yang juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak demi menunjang aspek ekonomi masyarakat.

“Dibutuhkan kemudian untuk ekonomi kemasyarakatan ini adalah akses kelola kawasan, harus ada lahannya. Tetapi itu saja enggak cukup, harus ada kesempatan berusahanya. Maka sangat relevan ada Menteri BUMN dan Menteri UKM, hari ini saya diundang untuk berdiskusi tentang hal tersebut,” jelas Siti.

Dengan adanya kerja sama lintas pihak, maka program ekonomi kemasyarakatan bisa ditingkatkan. Di samping itu, Siti menginginkan pertumbuhan ekonomi tetap seimbang dengan kelestarian alam.

“Jadi tetap membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi domestik, tetapi sekaligus namanya argoforestry kopi ya, juga artinya menjaga kelestarian, karena keduanya ini harus seimbang,” tegas Siti.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan sebagai partai politik pendukung Jokowi-KH Ma’ruf, pihaknya punya tanggung jawab mengawal pemerintahan.

Dia mengharapkan dialog tiga menteri ini bersama dengan pelaku UMKM dan petani bisa menghasilkan formulasi untuk meningkatkan sektor kopi dari hulu hingga hilir.

Hasto mengatakan, HUT PDIP tahun ini dirayakan dengan tema ‘Bangunlah Jiwa dan Badannya untuk Indonesia Raya’. Dan dalam rangka itu, PDIP akan menggelar festival kopi pada 11-13 Maret 2022.

“Akan diadakan Festival Kopi Tanah Air selama tiga hari dan nanti kita rasakan bahwa di balik kopi yang pahit itu tersembunyi kekuatan ekonomi yang luar biasa,” ujar Hasto. (Antara)


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *