Terkait Pemalangan Dishub, Sekda Merauke: Pemilik Ulayat Minta Panjar, Baru Palang Dibuka

Sekda Merauke, Yeremias Ruben Ndiken meminta pemilik ulayat untuk memberikan akses ASN Dishub melakukan pekerjaan urgen

Metro Merauke – Pemilik hak Ulayat tanah Kantor Dinas Perhubungan Merauke, memberikan waktu kepada Pemerintah Daerah setempat untuk menyelesaikan panjar 15 persen dari nilai tuntutan warga sebagai tanda untuk membuka palang di Dinas Perhubungan.

Sekda Merauke, Yeremias Ruben Ndiken menjelaskan, keputusan itu dihasilkan setelah dilakukan dialog antara Pemkab dan masyarakat pemilik ulayat, Kamis (27/06/2024).

Bacaan Lainnya

“Dari hasil rapat ini, warga minta uang panjar untuk buka palang. Hal ini tentunya akan saya (Sekda) komunikasikan dengan bupati,” kata Yeremias Ndiken kepada wartawan.

Diungkapkan Sekda, sebelumnya sudah mengajukan permohonan pembayaran tali asih, hanya saja hal itu belum masuk di dokumen anggaran 2024-2025.

Diketahui, warga pemilik ulayat, Fransiskus Wainai Basik-Basik, menuntut ganti rugi penggunaan tanah yang digunakan kantor Dinas Perhubungan Merauke, senilai Rp4,4 Miliar.

“Ketika berkomunikasi dalam dialog, mereka (pemilik ulayat) meminta panjar dan Senin akan diupayakan,” kata Sekda Yeremias Ndiken.

Pada kesempatan itu Sekda meminta warga untuk tidak merusak fasilitas di kantor yang tengah dipalang.

Termasuk tidak menghambat aktivitas ASN dalam melakukan tugas yang urgen.

Semisal, untuk kebutuhan mengurus ijin trayek angkutan darat maupun laut, termasuk untuk kebutuhan kelancaran akses pendistribusian bahan pokok ke daerah. (Nuryani)

Untuk Pembaca Metro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *