Trio Papua di Kandang Elang Jawa

Tiga pemain Papua yang kini memperkuat PSS Sleman

Metro Merauke – PSS Slemen tidak ingin hanya tim pelengkap dalam kompetisi Liga 1 musim 2022-2023. 

Tim berjuluk Super Elang Jawa itu menunjukkan keseriusannya mengarungi kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia, dengan mendatangkan sejumlah pemain bintang. 

Bacaan Lainnya

Untuk melengkapi skuadnya, manajemen PSS Slemen memboyong tiga pesepak bola asal Papua ke kandang Elang Jawa. Ketiganya adalah Boaz Solossa, Todd Ferre dan Marckho Meraudje.

1. Boaz Solossa

Mantan bintang Persipura dan Timnas Indonesia itu memilih berlabuh di Sleman, Yogyakarta. 

Boaz sebelumnya sempat dikaitkan dengan klub pendatang baru di Liga 1, Rans Nusantara FC yang dulunya bernama Rans Cilegon FC.

Klub milik Rafi Ahmad itu berminat merekrut Boaz Solossa untuk menambah daya gedor lini depan.

Namun Boaz akhirnya menjatuhkan pilihannya kepada PSS Slemen. Fanatisme suporter menjadi salah satu alasan mantan kapten Timnas Indonesia itu memilih PSS Sleman.

“Faktor fanatisme dari suporternya dengan banyak koreo yang dilakukan, salah satu alasan saya memilih PSS Slemen,” kata Boaz Solossa.

Pengalaman yang dimiliki Boaz Solossa, menjadi salah satu alasan manajemen mendatangkan mantan Kapten Persipura itu. 

Pemain yang identik dengan nomor punggung 86 tersebut, diharapkan dapat menjadi mentor bagi pasukan muda Elang Jawa.

“Saya melihat banyak potensi pemain muda, ada beberapa di posisi depan, wing kiri-kanan. Mereka memiliki potensi yang sangat luar biasa,” ujarnya.

Boaz Solossa berharap ia dapat membagi pengalamannya selama bermain, dengan para pemain muda PSS Sleman.

2. Todd Rivaldo Ferre

Mantan pemain Persipura ini terlebih dahulu berlabuh di markas PSS Sleman, dari senior Boaz Solossa. 

Todd Ferre yang sempat menjalani sanksi bermain oleh PSSI saat berkostum Persipura, direkrut manajemen PSS Sleman untuk membatu Elang Jawa “terbang tinggi” di Liga 1 musim depan.

“Saya termotivasi mencari pengalaman bermain di luar Papua. Ini pertama kalinya saya bermain di tim luar Papua,” kata Todd Ferre.

Pemain kelahir Jayapura, 15 Maret 1999 silam itu mengaku memilih PSS Sleman karena fanatisme suporternya, yang loyal mendukung tim. 

“PSS adalah salah satu tim di Indonesia memiliki suporter fanatik. Saya sangat ingin merasakan atmosfer bermain dengan dukungan penonton yang sangat fanatik,” ucapnya.

Todd Ferre menyadari kehadirannya di PSS Sleman untuk membantu tim itu meraih hasil maksimal di Liga 1 musim 202-2023. Ia pun menyatakan siap memberikan yang terbaik untuk Elang Jawa.

“Saya akan berupaya memberikan permainan terbaik saya untuk PSS Sleman. Membawa tim ini berprestasi lebih baik lagi,” ujarnya.

3. Marckho Sandy Meraudje

Marckho Meraudje adalah pesepak bola asal Papua, yang pertama direkrut manajemen PSS Sleman musim ini.

Kepiawaian pilar timnas Indonesia ketika berlaga di Piala AFF 2020 itu, bermain di bek kanan membuat PSS Sleman tertarik membawanya ke kandang Elang Jawa.

Alasan mantan pemain tim sepak bola Papua saat PON XIX Jawa Barat itu, menerima pinangan PSS Sleman, sebab merasa nyaman dengan lingkungan di sana.

“Sudah lama saya ingin bergabung dengan PSS Sleman. Makanya ketika ditawari bergabung, saya langsung menerima,” kata Marckho.

Sebelum bergabung, pemain kelahiran Jayapura, 26 tahun lalu itu sudah banyak mendengar informasi mengenai tim PSS Sleman dari rekannya di Timnas, Fachrudin Arianto. 

Fachrudin pun disebut berperan dalam kepindahan mantan pemain Persipura U-21 ini, dari Borneo FC ke PSS Sleman.

“Saya sudah banyak mendengar informasi mengenai PSS melalui Fachrudin, ketika kami melakukan pemusatan latihan di Turki jelang persiapan piala AFF,” ucapnya. (Arjuna)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *