PM PNG Minta Dilakukan Investigasi Kasus Penembakan Nelayan Indonesia

Kapal motor nelayan Calvin 02 yang diduga ditembak aparat keamanan Papua Nugini tiba di Merauke, Selasa (22/8/2022). (ANTARA/HO-Dok Polres Merauke)

Metro Merauke – Duta Besar RI untuk Papua Nugini (PNG) Andriana Supandi mengatakan Perdana Menteri PNG James Marape telah meminta institusinya melakukan investigasi penuh terkait penembakan nelayan Indonesia.

“Memang benar PM PNG telah menyatakan pihaknya melakukan investigasi penuh atas insiden penembakan dan hasilnya akan disampaikan kepada Pemerintah Indonesia,” jelas Dubes Andriana Supandi kepada ANTARA yang menghubungi dari Jayapura, Papua, Senin.

Bacaan Lainnya

Diakui, sebelumnya Kedubes di Port Moresby telah melayangkan nota diplomatik terkait penembakan yang diduga dilakukan tentara PNG (PNGDF) terhadap nelayan asal Merauke.

Kedubes RI juga meminta agar dilakukan investigasi menyeluruh terkait kasus penembakan yang menewaskan Sugeng, nakhoda KM Calvin 02.

Selain itu pihaknya juga berharap agar para pelaku diberikan sanksi sesuai hukum yang berlaku di PNG, ucap Dubes Andriana Supandi berharap.

Ketika ditanya tentang kondisi 13 ABK dua kapal nelayan yang ditangkap PNGDF, Dubes Andriana mengaku, saat ini sudah berada di perairan Port Moresby dan dalam kondisi sehat.

Kedubes RI akan terus memantau dan memberikan bantuan, namun masih menunggu akses konsuler dari Pemerintah PNG, sehingga pihaknya dapat memberikan bantuan secara menyeluruh, ujarnya.

13 Nelayan yang ditahan merupakan ABK dari kapal motor nelayan Arsyla 77 dan KM Barakah Paris yaitu Sarif Casiman (32/nakhoda), Riki Heni Setiawan (38), Farid Sasole (32) Feli Puswaskor (22), Joni (46), Ceno Jelafui (28), Rohman (43), Joni (51), Amin Nurul Mustofa (21), Nuriadi (42), Beni Wasel (26), Fernando Tuwok (22), Laode Darsan (40). (Ant)

Untuk Pembaca Metro Merauke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.