Metro Merauke — Pengurus Provinsi Olahraga Domino Indonesia (Pengprov Orado) Papua Selatan, berkomitmen menggemakan cabang olahraga domino di kalangan generasi muda hingga komunitas masyarakat.
Melalui rapat perdana pengurus, Orado Papua Selatan merancang program sosialisasi intensif yang menyasar pelajar tingkat SMP, SMA, hingga perguruan tinggi maupun lintas etnis.
Ketua Umum Pengprov Orado Papua Selatan, Nickson Pampang, menekankan pentingnya memperkenalkan domino sebagai olahraga otak berprestasi dan bermanfaat, sekaligus menghapus stigma negatif yang selama ini melekat pada permainan tersebut.
”Mari kita mulai menggemakan Orado sebagai olahraga berprestasi dan industri. Kita harus mengubah pandangan masyarakat yang dulu menganggap domino sekadar olahraga pinggir jalan, warung, atau area tertutup. Lewat program edukasi, kita tunjukkan bahwa ini adalah cabang olahraga resmi,” tegas Nickson Pampang.
Sebagai langkah konkret, Orado Papua Selatan akan meluncurkan jajaran program strategis, Orado Goes to School.
“Perlu sosialisasi dan pembinaan atlet tingkat SMP dan SMA untuk menjaring potensi atlet muda (junior),” katanya.
Tak sampai disitu, Orado Goes to campus. Penyelenggaraan kegiatan dan turnamen di lingkungan perguruan tinggi.
Serta Orado Goes to Famaly, berupa pendekatan ke ikatan keluarga dan paguyuban daerah guna memasyarakatkan domino.
Dikatakan, untuk menunjang program sosialisasi di lembaga pendidikan dan instansi, Pengprov Orado menyatakan kesiapannya memfasilitasi kebutuhan teknis, mulai dari aturan permainan baku, peralatan standar, hingga penerjunan wasit yang tersertifikasi.
Nickson Pampang menyebut, Orado juga membuka ruang kerja sama luas bagi sekolah maupun instansi yang ingin memasukkan turnamen domino dalam agenda peringatan hari besar atau ulang tahun lembaga.
Langkah ini diharapkan mampu mencetak bibit-bibit atlet domino berprestasi dari Papua Selatan sejak usia sekolah. (Nuryani)














































