Metro Merauke — Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Selatan, Antonius Kaize, berharap cabang olahraga (cabor) domino yang dinaungi Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (Orado) dapat menjadi salah satu cabor andalan penyumbang medali emas bagi Provinsi Papua Selatan pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2028 mendatang.
Harapan tersebut disampaikan Antonius Kaize dalam sambutannya saat menghadiri dan membuka Open Turnamen Domino Orado 101 Piala Panglima TNI di Aula Anim Ha Kodim 1707/Merauke, Minggu (27/09/2026).
Ia menegaskan bahwa sebagai provinsi otonomi baru, Papua Selatan telah mematok target raihan medali pada ajang PON. Cabor domino diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut dengan melahirkan atlet-atlet potensial yang bisa menyumbangkan medali.
”Sebagai provinsi baru, kita mempunyai target mudah-mudahan di PON besok kita bisa meraih 3 medali emas. Semoga harapan kita ini bisa tercapai dan Orado bisa menjadi penyumbang medali nanti,” ujar Antonius Kaize mantap.
Menurut Antonius, permainan domino yang sebelumnya populer sebagai hiburan masyarakat di tingkat kampung hingga acara hajatan, kini telah berkembang menjadi cabang olahraga prestasi yang terukur.
“Permainan ini tidak sekadar mengandalkan keberuntungan, tetapi juga menguji kecerdasan, ketelitian, serta kejelian strategi para atlet,” ucapnya.
Ia juga meminta pengurus Orado Papua Selatan dan panitia untuk menyiapkan seleksi atlet serta juri secara maksimal agar menghasilkan atlet-atlet yang tangguh dan siap bersaing di kancah regional maupun nasional.
Diketahui, dalam turnamen domino memeriahkan HUT Ke-81 TNI, banyak memikat masyarakat. Tercatat, sebanyak 216 peserta atau 108 tim terdaftar dan siap bertarung untuk memperebutkan hadiah menarik dengan total mencapai puluhan juta rupiah. (Nuryani)















































