Metro Merauke – National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Papua Selatan terus memperkuat fondasi pembinaan olahraga disabilitas. Tak ingin regenerasi atlet terputus, NPCI Papua Selatan mengutus pelatih daerah untuk mengikuti Pelatihan Pelatih Boccia Tingkat Nasional 2026 di Solo, Jawa Tengah, yang berlangsung pada 14–19 September 2026.
Keikutsertaan tersebut merujuk pada Surat Undangan NPC Indonesia Nomor 561.UND.09/NPC-Ina/2026. Atas arahan Ketua NPCI Papua Selatan Petrus Birif, Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Kabid Binpres) NPCI Papua Selatan, Peltu Deni Zulkarnaen, S.IP., menunjuk pelatih potensial untuk menyerap ilmu kepelatihan di Hotel Adana Boutique, Solo.
Deni menegaskan bahwa peningkatan kapasitas pelatih merupakan fondasi utama dalam membangun sistem pembinaan Boccia yang terarah di Papua Selatan. Pelatih dituntut tidak hanya memahami teknik permainan, tetapi juga mampu menyusun program latihan hingga menganalisis perkembangan atlet.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap terbentuk sumber daya pelatih yang memiliki kompetensi, profesionalisme, dan pemahaman yang seragam. Pelatih harus mampu mendukung pengembangan prestasi atlet secara sistematis dan berkelanjutan,” ujar Deni.
Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali berbagai materi krusial, mulai dari konsep dasar dan karakteristik olahraga Boccia, klasifikasi atlet, teknik dasar, metodologi kepelatihan, taktik dan strategi permainan, hingga analisis performa dan aturan pertandingan.
NPCI Papua Selatan menargetkan pengetahuan yang diperoleh dari Solo tidak berhenti pada satu individu. Sepulang dari kegiatan, pelatih bersangkutan diwajibkan membagikan ilmunya kepada jajaran pelatih dan atlet lain di daerah. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pencarian dan pembinaan bibit-bibit baru secara terstruktur.
Papua Selatan sebelumnya telah membuktikan potensinya pada cabang olahraga ini dengan meraih medali perunggu pada Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2024. Capaian tersebut menjadi pemicu untuk memperluas jangkauan pembinaan agar rantai prestasi tidak terputus setelah satu ajang kejuaraan.
“Target yang dibidik bukan hanya mempertahankan prestasi pada kompetisi nasional, melainkan menyiapkan atlet yang mampu bersaing hingga tingkat internasional,” tegas Deni.
Pelaksanaan kegiatan ini mendapat dukungan dari NPCI Pusat dan panitia pelaksana yang menanggung akomodasi, konsumsi, serta tiket keberangkatan.
Sementara itu, pembiayaan tiket kepulangan ditanggung oleh NPCI Papua Selatan melalui koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Papua Selatan yang difasilitasi oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pengembangan Otonomi Khusus, Soleman Jambormias. (Nuryani)















































