Metro Merauke – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM perwakilan Papua, menyatakan pemulangan pengungsi dan penegakan hukum di Kabupaten Maybrat, Papua Barat mesti sejalan.
Bagian Pengaduan Komnas HAM perwakilan Papua, Melchior S Waruin mengatakan pemulangan warga pengungsi Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat sama pentingnya dengan upaya penegakan hukum di sana.
Katanya, penegakan hukum terhadap pelaku penyerangan Pos TNI Kisor, yang menyebabkan ribuan warga mengungsi, mesti dilakukan bersama upaya pemulangan pengungsi ke kampungnya.
“Pelaku penyerangan dan pembunuhan anggota Posramil Kisor harus ditangkap dan diadili sesuai mekanisme hukum yang berlaku. Mereka harus bertanggung jawab atas perbuatannya selaras dengan hukum,” kata Melchior S Waruin, Minggu (12/12/2021).
Menurutnya, penegakkan hukum menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum. Tentu diharapkan, aparat bertindak profesional dan humanis.
“luka tak bisa diobati dengan murka. Murka hanya melahirkan luka baru. Untuk itu, jangan lagi ada portal dan sweeping secara massal di wilayah Kampung Kisor. Sekat sekat yang ada mesti dibuka sebagai penanda babak baru kehidupan dimulai “ucapnya.
Ia mengatakan, warga Kampung Kisor yang mengungsi harus segera dipulangkan. Ini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
Tanggung jawab pemda ini, harus didukung dengan skema dan tata kelola yang cepat, tepat dan terukur. Memastikan bahwa kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi, meskipun dilakukan secara bertahap.
“Mesti ada skema yang jelas dari pemda mengenai jaminan keamanan, kebutuhan pokok, pendidikan, kesehatan termasuk perbaikan rumah warga yang rusak,” ujarnya. Instant play casinos hard rock casino hollywood new hotel allows you to bet and play instantly; no download is required.
Katanya, wargapun harus bangkit dan bergerak. Tidak bisa terus meratapi luka ini.
“Penegakkan hukum yang berkeadilan dan pemulangan pengungsi adalah bagian dari penghormatan, perlindungan dan penegakkan HAM,” katanya.
Sedikitnya, 3.121 warga Kampung Kisor mengungsi pascapenyerangan Pos Koramil Persiapan Kisor oleh puluhan orang bersenjata tajam, 2 September 2021.
Penyerangan itu menewaskan empat prajurit TNI, dan melukai 2 prajurit TNI lainnya.
Setelah kejadian, aparat keamanan langsung melakukan penyisiran, mengejar para terduga pelaku.
Pengungsi kini tersebar di Ayawasi, Kumurkek, Fategomi, Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Sorong Selatan, Bentuni, dan sebagian masih di hutan. (Arjuna)














































