Berikan Kuliah Umum di STIE Yapis Merauke, Nikolaus Kondomo Minta Mahasiswa Dukung Pemberantasan Korupsi

Suasana kuliah umum di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Yapis Merauke

Metro Merauke – Seakan tiada pernah berakhir berita tentang tindak pidana korupsi dan perilaku koruptif terjadi di hampir semua daerah di tanah air, di semua level dan semua segi kehidupan dengan beragam jenis.

Berbicara sebagai narasumber dalam kuliah umum di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Yapis Merauke, Staf Ahli Bidang Hubungan antar Lembaga dan Kerjasama Internasional Kejaksaan RI, Nikolaus Kondomo menyebut, muara dari persoalan korupsi adalah hilangnya nilai-nilai anti korupsi dari dalam diri individu, diantaranya sifat jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggungjawab, kerja keras, sederhana, berani hingga adil.

Bacaan Lainnya

“Saya yakin mahasiswa juga paham masalah korupsi, kenapa korupsi menjadi sesuatu yang penting bahkan Perguruan tinggi diminta menjadikan anti korupsi sebagai salah satu mata pelajaran, karena masalah ini kejahatan luar biasa,” ucap Nikolaus Kondomo didampingi Ketua STIE Yapis, H. Ali Syahbana dan Ketua Yayasan Yapis Papua Selatan, H. Burhanuddin Yasin dihadapan puluhan mahasiswa yang antusias mengikuti kuliah umum tersebut.

“Bangsa meminta semua masyarakat termasuk mahasiswa harus mendukung dan bersama-sama ikut memberantas korupsi di Indonesia,” katanya.

Dikatakannya, dukungan terhadap aparat penegak hukum dalam penegakan kasus korupsi. “Ada kalanya penegak hukum mendapat serangan dari keluarga. Di Papua juga harus memberikan dukungan dan bukan membela pelaku korupsi,” ujarnya.

Dunia pendidikan, kata Kondomo, diharapkan menjadi penguat budaya anti korupsi makin dirasakan tidak konsisten dalam menjalankan fungsinya. Seharusnya sekolah mengimplementasikan pola anti korupsi dalam setiap penguasaan ilmu pengetahuan.

Menurut Nikolaus Kondomo, keterlibatan dan peran aktif mahasiswa dalam pemberantasan korupsi sangat penting.

‘Inilah saatnya untuk mengembalikan lembaga pendidikan punya peran strategis untuk mencapai Indonesia bebas dari korupsi melalui penanaman karakter anti korupsi, sebagai bekal mahasiswa dalam melanjutkan kehidupan berbangsa dan bernegara,” tandasnya.(Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *