Jelang Ramadan 1447 H, TPU Muli Merauke Mulai Ramai Peziarah

Suasana TPU Muli Merauke, Selasa (17/02/2026)

Metro Merauke – Menjelang tibanya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah/ 2026 ini, suasana di pemakaman umum Muli, Merauke tampak berbeda dari hari biasanya. Sejak beberapa hari terakhir, hilir mudik warga yang datang berziarah mulai memadati area pemakaman.

​Tradisi tahunan ini menjadi momen sakral bagi keluarga untuk berkumpul dan mengenang orang-orang tersayang yang telah berpulang. Salah satunya adalah Sukardi (51), warga Kampung Muram Sari, Distrik Semangga. Mengenakan pakaian sederhana, ia memboyong anak dan istrinya untuk mengunjungi pusara orang tua mereka.

Bacaan Lainnya

​”Kami datang untuk bersih-bersih makam sekaligus memanjatkan doa bersama keluarga. Ini sudah menjadi tradisi kami setiap akan memasuki bulan puasa,” tutur Sukardi sembari mencabut rumput liar yang tumbuh di sekitar nisan.

​Namun, ramainya peziarah tidak hanya membawa suasana haru, tetapi juga membawa angin segar bagi para pedagang bunga musiman di sekitar lokasi.

Maria, salah satu penjual bunga dadakan, tampak sibuk melayani pembeli di lapak kecilnya di atas trotoar. Baginya, momen menjelang Ramadhan adalah waktu di mana ada rejeki tambahan baginya.

​”Satu kantong plastik bunga saya jual Rp 20 ribu. Dalam sehari, lebih dari tujuh kantong bisa laku terjual,” ungkap Maria dengan wajah berseri.

​Bagi Maria, hasil penjualan bunga ini bukan sekadar angka, melainkan tambahan penghasilan yang sangat berarti untuk mencukupi kebutuhan dapur di rumah.

​Keharmonisan antara tradisi spiritual dan perputaran ekonomi kecil ini menjadi pemandangan khas di Merauke setiap tahunnya. Meski terik matahari menyengat, lantunan doa dan senyum para pedagang bunga di TPU Muli seolah menjadi pertanda bahwa bulan penuh keberkahan, Marhaban ya Ramadan telah di ambang pintu.(Nuryani)

Untuk Pembaca Metro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *