Metro Merauke – Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze, bersama Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, dan Kepala Pimpinan Cabang Bulog Kabupaten Merauke Karennu, menggelar zoom meeting pelepasan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) secara serentak sebanyak 4.634 ton untuk wilayah Provinsi Papua Raya, Senin (9/12/2025).
Acara yang dipusatkan di Gudang Bulog, Gudang Arang, menegaskan komitmen pemerintah daerah dan kepolisian dalam menjaga ketersediaan pangan pokok menjelang akhir tahun.
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, dalam arahannya menegaskan bahwa Polres Merauke siap mengawal penuh distribusi beras SPHP hingga sampai ke tangan masyarakat di daerah.
“Kami dari kepolisian akan melakukan pengamanan ketat di setiap titik distribusi dan melakukan patroli intensif agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk melakukan penimbunan atau sabotase harga,” tegasnya.
Leonardo Yoga merincikan, pembagian alokasi beras subsidi untuk empat kabupaten di Papua Selatan. Masing-masing Kabupaten Merauke sebanyak 20 ton, Kabupaten Boven Digoel 20 ton, Kabupaten Asmat 50 ton, dan Kabupaten Mappi sebanyak 50 ton.
“Total keseluruhan beras yang disalurkan adalah 140 ton,” kata Kapolres kepada wartawan disela-sela kegiatan.
Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, personel Polres Merauke telah dikerahkan untuk mengawal truk-truk pengangkut beras dari gudang hingga ke agen dan pedagang di seluruh kabupaten.
Langkah ini merupakan bagian dari operasi pengamanan pangan nasional yang melibatkan Polri di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah rawan gejolak harga seperti Papua Raya.
“Kehadiran polisi di lapangan memberikan rasa aman bagi Bulog dan pedagang, sekaligus jaminan bagi masyarakat bahwa beras murah benar-benar sampai tanpa diganggu mafia pangan,” imbuhnya.
Bupati Yoseph Bladib Gebze dan Kepala Bulog Karennu menyampaikan apresiasi tinggi atas peran aktif Polres Merauke. Pelepasatan beras subsidi ini diharapkan mampu menekan harga beras medium di pasaran yang sempat menyentuh Rp14.000–Rp15.000 per kilogram menjadi di bawah Rp12.000 per kilogram, sehingga daya beli masyarakat Papua Raya tetap terjaga menjelang Natal dan Tahun Baru 2026. (Nuryani)















































