Ponpes Darul Mukhlasin Riyadhul Jannah Merauke: Mencetak Generasi Hafizh Berakhlakul Karimah

Pondok Pesantren Darul Mukhlasin Riyadhul Jannah Merauke saat ini memiliki 103 santri

Metro Merauke – Di tengah arus modernisasi, Pondok Pesantren Darul Mukhlasin Riyadhul Jannah, hadir sebagai lembaga pendidikan Islam yang berkomitmen mencetak generasi Qur’ani yang berakidah kuat dan berakhlak mulia.

Dengan mengusung konsep Pesantren Salafiyah dan Tahfiz, pesantren ini menawarkan pendidikan berbasis Al Qur’an, Sunnah serta kitab-kitab klasik Islam untuk membentuk santri yang unggul dalam keilmuan dan spiritual.

Bacaan Lainnya

Menjadi kebanggaan tersendiri, pondok pesantren yang memiliki 103 santri, akhirnya mewisuda Tahfidz Al Quran 30 Juz terhadap seorang santri atas nama Ummu Sakinah binti H Samsul Buyuti, Sabtu (20/09/2025).

Acara wisuda berlangsung hikmat dihadiri Gubernur Papua Selatan, Alolo Safanpo, forkopimda hingga para orang tua santri.

Pimpinan Pesantren Darul Mukhlasin Riyadhul Jannah, Ust. H. Maulana Abdul Qorib menjelaskan, di pesantren tersebut menyediakan fasilitas ibadah dan asrama yang nyaman bagi santri, mendukung mereka untuk fokus dalam belajar dan beribadah.

Dengan visi menjadi pesantren terdepan dalam mewujudkan generasi hafidz yang beraqidah salimah dan berakhlakul karimah, pesantren ini berkomitmen melahirkan santri yang tidak hanya hafal Al Quran, tetapi juga menit jiwa alamiah, abidah, murabiyah dan daerah. Santri lulusan pesantren ini siap menjadi pemimpin di tengah masyarakat dengan dasar keislaman yang kuat dan pemahaman agama yang mendalam.

Peletakan batu pertama pembangunan asrama putra Pesantren Darul Mukhlasin Riyadhul Jannah Merauke

Untuk memaksimalkan pelaksanaan proses pendidikan agama, Ponpes Darul Mukhlasin Riyadhul Jannah juga mulai membangun asrama putra yang ditandai peletakan baru pertama bersama-sama.

Ketua Majelis Ulama Papua Selatan, H Awaludin Gebze mengapresiasi seluruh pengurus, pengelola ponpes, dan para snatri. Diharapkan Ponpes Darul Mukhlasin Riyadhul Jannah Merauke dapat berkembang pesat menjadi Islamic Center di Provinsi Papua Selatan.

“MUI mendukung seluruh potensi umat Islam. Kita minta pemerintah ikut mendukung program positif dunia pendidikan, khususnya pendidikan agama Islam,” kata Awaludin Gebze.

Dikatakan, terkait permasalahan pendidikan, utamanya masalah yayasan pendidikan agama pun telah MUI Papua Selatan sampaikan langsung ke Wakil Presiden, Gibran, saat kunjungan kerja di Merauke belum lama ini.

“Kita minta Pemerintah Pusat memberikan perhatian penuh kepada yayasan agama yang merupakan cikal bakal pendidikan. Kita melihat, selama ini yayasan Islam dipandang sebelah mata, sekolah negeri dapat perhatian penuh sedangkan yayasan pendidikan kurang dapat perhatian pemerintah. Padahal, di sinilah tempat anak kita dididik mentalnya, kedepan menjadi SDM bukan saja cerdas juga berakhlak mulia,” tandasnya. (Nuryani)

Untuk Pembaca Metro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *