KRI Teluk Bintuni-520 Sandar di Dermaga Yos Sudarso, Angkut Satgas Pamtas RI-PNG Mobile 2026

Metro Merauke – Dalam rangka mendukung pergeseran pasukan (Serpas) dan pergeseran material (Sermat), jajaran Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XI menyambut kedatangan KRI Teluk Bintuni-520 di Dermaga Yos Soedarso, Merauke, Papua Selatan, Kamis (15/01/2026).
Kapal perang jenis Landing Ship Tank (LST) ini membawa personel Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Tahun Anggaran 2026.

​KRI Teluk Bintuni-520 yang berada di bawah kendali Satlinlamil 2 Surabaya tersebut dipimpin Komandan KRI Letkol Laut (P) Budi Utomo, S.E., M.Tr.Opsla. Kedatangan kapal perang ini merupakan bagian dari misi vital TNI dalam menjaga kedaulatan negara di wilayah perbatasan darat dan laut RI-Papua Nugini.

Bacaan Lainnya

​Kegiatan penyambutan atau merflug tersebut dipimpin langsung Kadisbek Kodaeral XI, Letkol Laut (S) Erwan Rachmanto, yang hadir mewakili Komandan Kodaeral XI, Laksamana Muda TNI Monang H. Sitompul, S.A.P. Pelaksanaan merflug berjalan dengan khidmat dan sesuai dengan tradisi khas TNI Angkatan Laut saat menyambut unsur KRI yang masuk ke pangkalan.

​Kehadiran Satgas Pamtas RI-PNG Mobile TA 2026 ini diharapkan dapat memperkuat stabilitas keamanan di wilayah selatan Papua, khususnya di titik-titik rawan perbatasan.

Diketahui, KRI Teluk Bintuni-520 sendiri merupakan alutsista strategis yang memiliki kapasitas angkut besar untuk menunjang mobilisasi personel maupun kendaraan tempur.

​Turut hadir dalam prosesi penyambutan tersebut jajaran perwira menengah Kodaeral XI, diantaranya Ir Opslat It Kodaeral XI Letkol Laut (P) Fery Anton S., M.Tr.Opsla., serta Paban Opslat Sops Kodaeral XI Letkol Laut (P) Zaenal Abidin, S.T., M.Tr.Opsla. Kehadiran para perwira ini menunjukkan komitmen penuh Kodaeral XI dalam mendukung kelancaran operasional setiap unsur TNI AL yang bertugas di wilayah kerja mereka.

​Selain itu, hadir pula Kasiops Sops Satrol Kodaeral XI Mayor Laut (P) Heri Susmanto dan Paban Lidpamgal Sintel Kodaeral XI Mayor Laut (E) Dedyan Basnur, A.Md. S.A.P., guna memastikan koordinasi operasional dan intelijen berjalan dengan baik selama proses sandar hingga debarkasi pasukan dimulai.

​Setelah proses sandar di Dermaga Yos Soedarso selesai, seluruh personel Satgas yang tiba akan melewati serangkaian prosedur sebelum diterjunkan ke titik-titik penugasan yang telah ditentukan.

Hal ini dilakukan untuk memastikan kesiapan fisik dan materiel prajurit sebelum menjalankan misi pengamanan wilayah perbatasan.

​Pengerahan KRI Teluk Bintuni-520 dalam misi ini menegaskan kembali peran penting unsur Angkatan Laut dalam mendukung operasi gabungan TNI, khususnya dalam aspek logistik dan transportasi laut nasional demi kedaulatan NKRI di tanah Papua. (Nuryani)

Untuk Pembaca Metro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *