Metro Merauke – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Selatan turun langsung memantau pelaksanaan Coklit di wilayah 3T (Terjauh, Terisolir dan Tertinggal).
Pemantauan dipimpin langsung Ketua KPU Papua Selatan Theresia Mahuse bersama Komisioner Perencanaan Data dan Informasi, Daniel Ndiwaen, Kasubag SDM dan Humas, Djumadi serta staf KPU, di Distrik Kimam Kabupaten Merauke, Rabu (17/7/2024).
Ketua KPU Papua Selatan Theresia Mahuse mengatakan, pemantauan dilakukan guna meninjau langsung pelaksanaan Coklit untuk di kawasan Papua Selatan.
Dengan begitu, kata Theresia Mahuze, pihaknya dapat mengetahui progres Coklit yang dilakukan secara manual di daerah.
” Kita datang untuk memberikan semangat kepada semua petugas Pantarlih untuk bekerja secara baik dalam melaksanakan tugas Coklit sehingga progresnya mencapai 100 persen,” kata Theresia Mahuse.
Dikatakan, hingga saat ini progres pencoklitan untuk di wilayah Papua Selatan baru mencapai 29℅. Sebab itu, peran Pantarlih sangat penting dalam melakukan pendataan dan pencocokan data pemilih sesuai data warga.
Ketua PPD Distrik Waan, Kabupaten Merauke, Yanuarius Rosa mengatakan, Distrik Waan terdiri dari 6 Kampung, masing-masing Kampung Konorau, Waan, Toor, Kladar, Sablon, dan Dafnawanga.
Di sana (Distrik Waan), progres Coklit sudah memasuki 85%, tersisa 1 kampung yang masih melakukan penginputan.
“Kendala yang dialami selama melakukan Coklit oleh Pantarlih, adanya beberapa warga tidak berada ditempat, tetapi lebih memilih berada di bevak karena sedang menjaring ikan, hal ini membuat petugas tidak dapat bertemu dengan warga,” kata Yanuarius.
Senada dikatakan Ketua PPD Kimam, Paulus Yeri, dia menyebut, untuk proses Coklit dari 13 kampung baru diselesaikan 5 kampung dan tersisa 7 kampung yang masih dilakukan pencoklitan. (Nuryani)














































